Gempa Bitung akibat subduksi lempeng laut Maluku
Gempa tektonik 5,2 Skala Richter yang terjadi di sebelah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (13/10), pukul 11.34.16 WIB terjadi akibat subduksi lempeng laut Maluku.
Gempa tektonik 5,2 Skala Richter yang terjadi di sebelah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu (13/10), pukul 11.34.16 WIB terjadi akibat subduksi lempeng laut Maluku.
Menurut Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, menyebutkan bahwa gempa tersebut terjadi pada koordinat episenter 1.36 LU dan 125.46 BT, tepatnya di laut pada jarak 38 kilometer arah tenggara Bitung, pada kedalaman 115 kilometer.
Dampak gempa itu dirasakan di daerah Kota Bitung dan Tondano (Kabupaten Minahasa) pada skala III MMI, Kota Manado pada skala II MMI, dan Airmadidi (Kabupaten Minahasa Utara) juga pada skala II-III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan.
"Gempa bumi Laut Maluku ini jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya merupakan jenis gempa menengah," tutur Rahmat.
Berdasarkan hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme sesar oblique naik (oblique thrust). Hingga pukul 12.10 WIB, dari hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," ajaknya.
Baca juga:
Gempa 5,6 SR guncang Bitung hingga Manado
Kawasan Dieng Banjarnegara diguncang gempa, warga diimbau tenang
Gempa Situbondo, BPBD Jembrana mendata 103 rumah rusak dan 1 korban patah kaki
Anak-anak korban gempa di Palu ikuti program trauma healing
Harapan Aco temukan istrinya di Perumnas Balaroa