Gegerkan warga, Buaya ompong di Sukoharjo lepas karena tergoda kambing
Seekor buaya ompong bernama Bejo, yang lepas dari kandangnya, Selasa (10/4) sore berhasil ditangkap. Warga dibantu Tim SAR Universitas Sebelas Maret (UNS), Koramil dan Polsek Mojolaban Sukoharjo berhasil mejinakkannya di sebuah pojokkan Sungai Sasak, Dukuh Mojo, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban.
Seekor buaya ompong bernama Bejo, yang lepas dari kandangnya, Selasa (10/4) sore berhasil ditangkap. Warga dibantu Tim SAR Universitas Sebelas Maret (UNS), Koramil dan Polsek Mojolaban Sukoharjo berhasil mejinakkannya di sebuah pojokkan Sungai Sasak, Dukuh Mojo, Desa Palur, Kecamatan Mojolaban.
"Penangkapan berhasil kita lakukan berkat bantuan dari tim SAR UNS, Koramil Mojolaban dan warga sekitar. Untuk selanjutnya, buaya tersebut akan dipindahkan ke Taman Kebun Binatang Jurug Solo," ujar Kapolsek Mojolaban, AKP Priyono.
Menurutnya, penangkapan berhasil dilakukan setelah kurang lebih 8 jam upaya dilakukan. Yakni dengan cara digiring bersama-sama hingga di sebuah tikungan sungai. Setelah dikepung, buaya tersebut tak bisa berkutik dan akhirnya ditangkap.
"Tadi buaya kita giring bersama-sama, kita pojokkan ke tikungan sungai. Dan kemudian berhasil kita tangkap. Saya sudah temui ahli waris dan akan kita pindahkan ke Jurug," katanya.
Sementara itu salah satu pemilik buaya, Robi (33) menerangkan, buaya milik almarhum pamannya tersebut terlepas setelah tergoda oleh kambing miliknya yang mendekat ke kandangnya. Diduga lapar, buaya tersebut ingin memangsa kambing tersebut, sehingga dengan sekuat tenaga berusaha keluar. Karena tembok kandang yang terbuat dari batu bata itu sudah tua, akhirnya jebol dan buaya pun terlepas hingga masuk ke sungai.
"Dekat kandang buaya itu memang banyak dedaunan, dan kambing saya makan di situ. Karena merasa tergoda, buaya itu mendobrak kandangnya dan jebol. Akhirnya keluar dari kandang dan menuju ke sungai," jelasnya.
Robi menceritakan, beberapa hari sebelum lepas, ia sudah berniat menyerahkan binatang buas itu ke TSTJ (Taman Satwa Taru Jurug) Solo. Namun, niat tersebut belum kesampaian.
"Sudah mau saya pindahkan karena pemilik yang sebenarnya sudah meninggal, yaitu paman saya. Tapi pas saya mau minta bantuan Polsek, you ada respon pas saya telepon," jelasnya.
Baca juga:
Muncul di sungai, buaya ompong gegerkan warga Sukoharjo
Sempat terdengar minta tolong, Rahmat hilang diduga dimakan buaya
Over kapasitas, tiga buaya dipindah ke Banyumas
Junaedi yang hilang di sungai habitat buaya di Balikpapan ditemukan tewas
Cek perangkap kepiting, Junaedi hilang di rawa habitat buaya