Gaya hidup mewah pengacara dan strategi marketing gaet klien
Dengan tampilan serba wah tersebut, diharapkan mengundang klien kelas kakap untuk datang dan menjadi kliennya.
Wichai Thongthan layak dinobatkan sebagai pengacara paling tajir sejagat. Pria asal Thailand ini disebut-sebut memiliki kekayaan USD 1,1 miliar (setara Rp 13,4 triliun). Dulunya, Wichai memiliki klien yang sangat berpengaruh di negaranya, Thaksin Shinawatra.
Di Indonesia sendiri, profesi pengacara juga lekat dengan kekayaan. Banyak pengacara kondang dan ternama bergelimang harta dari profesi yang ditekuninya. Tak heran banyak anak muda yang kemudian bercita-cita menjalani profesi punya sebutan mentereng 'lawyer' ini.
Gambaran pengacara sebagai sosok yang sukses, pintar, sekaligus terkenal membuat ribuan orang masuk fakultas hukum setiap tahunnya. Namun benarkah pengacara selalu kaya raya?
Bagi seorang pengacara, gaya perlente, kinclong dan mengendarai mobil mewah adalah sebuah strategi marketing. Dengan tampilan serba wah tersebut, diharapkan mengundang klien kelas kakap untuk datang dan menjadi kliennya.
"Ya sama saja dengan memancing, mau dapat ikan besar umpannya tidak mungkin pakai cacing. Kalau dari penampilan saja tidak meyakinkan bagaimana klien besar datang," ujar Boni, seorang pengacara muda yang kini sedang merintis karir kepada merdeka.com, Jumat (10/10).
Sosok seperti Hotman Paris Hutapea misalnya. Pengacara kondang itu salah satu praktisi hukum sukses ibu kota yang kini bisa dibilang bergelimang harta. Perhiasan menempel di badan, deretan mobil bermerek, dan rumah mewah seolah menjadi pertanda betapa suksesnya Hotman.
Namun benarkah semua pengacara bisa kaya raya? Benarkah pengacara dituntut untuk berpenampilan serba wah demi menggaet kliennya?
Hari ini merdeka.com akan khusus menguliti seputar kehidupan mewah para pengacara. Selamat membaca!
Baca juga:
Ruhut: Hidup glamor para pengacara membuat publik tak simpati
4 Pengacara tajir yang jadi buah bibir
Universitas Leipzig kembalikan gelar sarjana hukum 72 Yahudi