Gatot Nurmantyo Mengaku Dicopot dari Panglima TNI Gara-Gara Instruksi Nobar G30S
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menceritakan akhir karirnya di dunia militer. Dia mengaku dicopot oleh Presiden Joko Widodo setelah memberikan perintah kepada jajaran TNI untuk wajib menggelar nonton bersama film G30S.
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menceritakan akhir karirnya di dunia militer. Dia mengaku dicopot oleh Presiden Joko Widodo setelah memberikan perintah kepada jajaran TNI untuk wajib menggelar nonton bersama film G30S.
"Saat saya menjadi panglima TNI saya melihat itu semuanya maka saya perintahkan jajaran saya untuk menonton G30S/PKI. Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai saya sebut saya PDI menyampaikan 'Pak Gatot hentikan itu' kalau tidak pak Gatot akan diganti," ujar Gatot dilihat dari tayangan Youtube pada Rabu (23/9).
Gatot tidak menggubris peringatan itu. Dia meyakini ada tanda-tanda kebangkitan PKI. Sehingga merasa perlu memberi perintah mewajibkan menonton film G30S. Karena perintah itu, Gatot menyebut langsung dicopot dari jabatan sebagai Panglima TNI.
"Saya bilang terima kasih, tapi justru saya gas karena ini benar-benar berbahaya dan benar-benar saya diganti," kata Gatot.
Sebagai catatan, Istana mengirim surat tentang pengganti Gatot yang memasuki masa pensiun ke DPR pada 5 Desember 2017. DPR pun memproses dan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap Hadi Tjahjanto.
Lebih lanjut Gatot menuding tanda-tanda kebangkitan PKI masih terlihat. Yaitu dengan penetapan hari kelahiran Pancasila pada 1 Juni.
"Selanjutnya semakin nyata sekarang ini pada saat saya menjabat mengganti hari kelahiran pancasila 1 Juni. 1 Juni ini adalah konsep trisila dan ekasila yang disampaikan Bung Karno. Maka mereka sudah investasi dulu. Jadi secara tidak langsung hampir seluruh bangsa memperingati hari kelahiran Pancasila 1 Juni," kata dia.
Gatot menuding ada upaya mengganti Pancasila dengan RUU Haluan Ideologi Pancasila. Karena dalam Pasal 29 UUD 1945 menyatakan dasar negara berketuhanan maha esa. Sementara, RUU HIP mengganti itu menjadi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Ini adalah manifesto disampaikan DN Aidit pada tahun 1963. Jadi kalau Pancasila ini akan diubah sedangkan dalam pembukaan UUD 1945 dasar negara adalah ketuhanan yang maha esa dan seterusnya Pancasila ini. Kalau Pancasila diganti berarti kita mengubah pancasila ini. Siapa lagi kalau bukan itu adalah PKI. Bahkan sekarang pun tidak dihapus hanya ditunda saja, mereka bersikeras seperti ini," klaim Gatot.
Istana : Gatot Nurmantyo Tidak Dicopot di Tengah Jalan
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresiden, Donny Garhal menepis pengakuan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang mengaku dicopot Presiden Joko Widodo atau Jokowi lantaran menyelenggarakan nonton bareng film G30S. Menurut Donny alasan tersebut terlalu jauh.
"Tidak ada hubungannya sama sekali dengan pemutaran G30S. Jadi saya kira terlalu jauh dan agak kebablasan mengaitkan antara pemutaran film G30S dengan pencopotan beliau," kata Donny saat dihubungi, Rabu (23/9).
Donny menjelaskan setiap pimpinan TNI-Polri pasti alami perganti. Sebab itu pergantian Gatot tidak dilakukan mendadak dan bersifat rutin.
"Beliau tidak dicopot di tengah jalan kan? beliau memang sesuai dengan masa jabatan dan sifatnya rutin," ungkap Donny.