Garut butuh dana Rp 700 miliar renovasi 7.000 ruangan SD
Sebagian ruangan juga ada yang sudah ambruk.
Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan ada tujuh ribuan ruang kelas Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Garut, Jawa Barat, rusak. Pemerintah belum mampu memperbaikinya karena terbatas anggaran.
"Dari 15 ribu ruang kelas, ada tujuh ribu di antaranya rusak," kata Rudy di Garut, Senin (2/5).
Lebih jauh Rudy memaparkan, ruang kelas yang rusak itu disebabkan berbagai faktor, seperti lapuk karena usia bangunan sudah tua.
Menurut dia, dana yang dibutuhkan untuk perbaikan tujuh ribu kelas itu sebesar Rp 700 miliar.
"Harus ada dana Rp 700 miliar untuk perbaikannya," ujarnya kepada Antara.
Rudi mengaku, anggaran yang baru tersedia untuk perbaikan kelas tersebut sebesar Rp 7 miliar.
Menurutnya, anggaran itu hanya cukup untuk memperbaiki 90 ruangan. Sehingga kelas lainnya belum dapat diperbaiki tahun anggaran 2016.
"Bantuan dari pusat itu juga paling hanya bisa untuk 80 ruangan," tukasnya.
Terkait kelas yang akan mendapatkan bantuan perbaikan tahun anggaran 2016 ialah kelas yang kondisinya sangat memprihatinkan. Seperti kondisi bangunan SD Negeri Dunguswiru II, Kecamatan Balubur Limbangan akan mendapatkan perbaikan, karena kondisinya sudah ambruk.
"Total tahun ini ada 150 ruangan yang bisa diperbaiki, termasuk SD di sana (Dungsuwiru) sudah menyiapkan dananya untuk perbaikan," tutup Rudy.
Baca juga:
Apa beda pendidikan sekarang dan zaman dulu? Adakah perubahan?
Hari Pendidikan, siswa SD di Slipi dapat pelatihan kelas inspirasi
Kisah Rizal Ramli tekan pejabat & terbitnya wajib belajar 9 tahun
Demo buruh di Bandung berlanjut saat Hardiknas
Aher janjikan 100 sekolah SMA sederajat baru di tahun 2017