Gara-gara setoran, kelompok pemuda keroyok ketua RT di Sungai Kapih
Pedagang memilih lebih menyetor kepada Muhammad yang juga ketua RT.
Dua pemuda, Eko Wahyu (34), dan Selamat (35), warga Sungai Kapih, Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, masuk penjara. Keduanya mengeroyok Muhammad, salah seorang ketua RT sekaligus pedagang, lantaran ogah menyetor uang ke kelompok pemuda Sungai Kapih.
Kedua pemuda itu ditangkap Selasa (27/3) malam kemarin, setelah dicari polisi hampir sepekan. Peristiwa itu sendiri terjadi Rabu (21/3) malam lalu, di kediaman Muhammad, di kawasan perumahan di Sungai Kapih.
"Jadi korban (Muhammad) ini bertemu dengan kelompok pemuda ini di rumahnya. Bicara soal pungutan pedagang makanan dan minuman," kata Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir Ipda Purwanto, kepada merdeka.com, Rabu (28/3).
Belakangan, mediasi Muhammad yang juga pedagang bersama pedagang lain di rumahnya, tidak menemui titik temu. Pedagang memilih lebih menyetor kepada Muhammad yang juga ketua RT.
"Ada pedagang yang tidak mau menyetor ke forum pemuda ini, lebih memilih nyetor ke ketua RT," ujar Purwanto.
Dua pemuda di antaranya, Eko Wahyu dan Selamat, naik pitam. Keduanya memukuli dan mengeroyok korban Muhammad. Bahkan salah seorang di antaranya, menghantam korban dengan kursi. "Korban memar di tangan dan pipi," tambah Purwanto.
Tidak terima, korban melapor ke Polsekta Samarinda Ilir. Polisi bergegas melakukan visum, untuk memperkuat laporan. Polisi pun mencari kedua pemuda itu, yang diketahui juga sebagai warga Sungai Kapih.
"Setelah kita cari (hampir sepekan), kita tangkap kedua terduga pengeroyok korban, yang diketahui sebagai ketua RT," ungkap Purwanto.
Eko Wahyu dan Selamat, meringkuk di penjara Polsekta Samarinda Ilir. Keduanya dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.
Baca juga:
Ormas Pemuda Pancasila buru pengeroyok TNI di Jatiasih
Enam pemuda terlibat baku hantam di Padang, tiga kritis
7 Perusak kapel di Ogan Ilir ditangkap, 2 di antaranya Kades dan Kepsek
Empat penggali kabel PLN keroyok sopir truk karena senggol pembatas jalan
Klarifikasi Pemuda Pancasila Sumbar soal kadernya diamankan polisi
Kronologi siswa SMPN18 Tangsel dikeroyok teman karena tak mau diajak futsal