LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gara-gara sering dirazia, hunian hotel di Palembang anjlok

Pengelola mengeluhkan banyak tamunya yang kapok menginap karena hotel sering menjadi sasaran razia.

2013-12-27 13:51:37
Hotel
Advertisement

Satpol PP dan polisi di Palembang rutin menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) yang menyasar ke tempat hiburan dan hotel dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini membuat pengelola hotel resah karena razia tersebut membuat pengunjung tidak nyaman bahkan tamu hotel dan penginapan anjlok.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel Herlan Aspiudin mengungkapkan, pihaknya sangat menyesalkan aksi pihak kepolisian dan Satpol PP yang kerap merazia tempat hiburan dan penginapan. Padahal, sarana hiburan menjadi salah satu yang mampu mendongkrak pariwisata.

Para tamu, kata dia, awalnya hanya satu hari tapi bisa menginap beberapa malam karena ingin lebih lama melihat pariwisata dan ini hal yang bagus. Namun karena adanya razia tadi, hotel terkesan seram. Padahal, kesan itu harus dihapus.

Seharusnya, menurut dia, pihak keamanan bisa berkoordinasi dengan lebih baik lagi karena banyak razia liar. Pihaknya juga telah menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan pihak kepolisian.

"Namun tetap saja ada razia karena mungkin kebijakannya tidak sampai kepada pihak bawahannya. Jadi pengunjung sekarang sudah kapok menginap di hotel," ungkapnya, Jumat (27/12).

Dikatakannya, berdasarkan data yang dihimpun dari pengelola hotel dan restoran anggota PHRI, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumsel rata-rata setiap tahunnya mencapai 42 ribu orang. Sedangkan jumlah wisatawan nusantara tercatat 3,1 juta orang per tahun. Berdasarkan jumlah kunjungan wisatawan, tingkat hunian hotel dan kunjungan restoran sudah cukup baik yakni di atas 60 persen.

"Tapi persentase itu bakal menurun drastis karena beberapa bulan terakhir, pengunjung hotel anjlok. Bisa saja hanya mencapai 40 persen. Kalau begini (dirazia) terus, bukan tidak mungkin dunia perhotelan akan stagnan," keluhnya.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.