Gara-gara sampah, napi di Lapas Salemba bentrok
"Jadi awalnya disuruh buang sampah, cuma yang disuruh bilang nanti karena lagi makan dulu," ujar Kalapas Salemba.
Gara-gara masalah sepele, Lapas Salemba blok B lantai 3 sempat terjadi bentrokan. Kejadian berawal dari masalah sampah.
"Jadi awalnya disuruh buang sampah, cuma yang disuruh bilang nanti karena lagi makan dulu," ujar Kalapas Salemba, Taufiqurahman saat ditemui di lokasi, Jakarta Pusat, Jumat (24/5).
Taufiq menambahkan, karena tidak terima perintahnya diabaikan, pelaku kemudian memukul korban yang sedang makan. Merasa tidak suka dipukul, lalu dibalasnya.
"Jadilah aksi saling pukul hingga bergerombol akhirnya," katanya.
Taufiq mengatakan peristiwa itu terjadi pada Kamis (23/5) kemarin. Kepada polisi yang datang, Taufiq meminta maaf karena tidak memberi laporan. Dia juga minta maaf ke Kapolres.
"Maaf dan saya tidak melapor kemarin, saya masih baru pindahan dari Karutan Salemba. Sekarang situasi sudah kondusif sekarang," kata dia sembari menelepon Kapolres.
Namun anehnya, pihak polisi yang mau melihat lokasi bentrok dihalang-halangi oleh Taufiq. Padahal, petugas polisi terebut datang karena perintah atasan yang mendapat informasi kalau Lapas Salemba bentrok dan sudah bakar-bakaran.
Namun, dia beralasan situasi aman tidak ada apa-apa jadi melarang polisi lihat lokasi.
"Jangan dibesar-besarkan dong," katanya.
(mdk/ren)