Gara-gara kata Amin, debat ke-2 Pilkada Banda Aceh tanpa doa penutup
Gara-gara kata Amin, debat ke-2 Pilkada Banda Aceh tanpa doa penutup. Karena jawaban doa Amin sama dengan nama pendukung salah satu calon, akhirnya KIP Banda Aceh meniadakan debat sesi kedua Pilkada Banda Aceh.
Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh menggelar debat publik putaran kedua Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota (Cawalkot-Cawawalkot) Banda Aceh, Senin (6/2). Debat yang disiarkan langsung oleh telivisi swasta bertempat di Taman Budaya, Banda Aceh.
Debat mengangkat tema Pembangunan Sosial dan Penerapan Syariat Islam berjalan kondusif. Pada akhir sesi debat, setelah kedua pasangan salon (Paslon) membacakan clossing statement, pendukung paslon Aminullah Usman-Zainal Arifin yang duduk sebelah kanan panggung meminta dibacakan doa.
Para pendukung Paslon nomor urut 2 yang biasa disebut Amin, meminta penyelenggara agar membaca doa di akhir debat. Akan tetapi, penyelenggara tidak melakukannya, acara debat hanya ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri.
Lantas pendukung Amin pun menggelar doa sendiri yang dipimpin salah seorang pendukung. Mereka menggelar doa sambil berdiri di sebelah kanan panggung yang diikuti Aminullah Usman dan Zainal Arifin. Sedangkan Paslon nomor urut 1, Illiza Sa'aduddin Djamal-Farid Nyak Umar sudah terlebih dahulu keluar dari ruang debat.
Secara tradisi di Aceh setiap akhir acara, baik formal maupun nonformal tetap diiringi dengan doa. Namun pada debat kandidat Cawalkot-Cawawalkot Banda Aceh yang kedua ini tidak dibacakan doa pada penghujung acara.
Menyikapi hal itu, Ketua KIP Banda Aceh, Munawarsyah mengatakan, persoalan ini sudah dibahas dalam evaluasi debat kendidat pertama. Kedua tim Paslon sudah sepakat pada debat kandidat kedua tidak dibacakan doa pada penghujung debat.
"Sudah dibahas dalam technical meeting dengan kedua tim, evaluasi untuk debat kedua, jadi kedua Paslon sudah sepakat untuk tidak dibacakan doa," kata Munawarsyah.
Menurutnya, tidak dibacakan doa pada akhir debat kandidat kedua karena pada kali pertama doa itu bacakan secara besar-besar, karena ada sebutan nama salah satu Paslon saat dibacakan doa.
"Sering dibaca besar-besar kemudian ditambah lagi dengan kalimat nama Paslon diakhir doa," sebutnya.
Lanjutnya, diambil kesepakatan bersama pada debat kandidat kedua tidak dibacakan doa. Kedua Paslon saat technical meeting sudah disepakati, mungkin mereka tidak menyampaikan sampai ke level bawah.
"Sudah disepakati, kalau tim Pak Aminullah mau, silakan," tutupnya.(mdk/cob)