Gara-gara bisnis minyak tanah, TNI keroyok Polantas
Kasus ini serupa dengan bentrok Brimob dan TNI di Batam beberapa waktu lalu.
Setelah insiden bentrokan anggota Batalyon 134 Tuah Sakti dengan Brimob di Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, Batam, yang terjadi 21 September 2014 lalu kini kasus serupa kembali terjadi. Kali ini, dua personel polisi Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menjadi korban penganiayaan anggota TNI. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim Kombes Pol Fajar Setiawan mengatakan, pengeroyokan terhadap dua personel Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Kartanegara, bermula saat digelar Operasi Cipta Kondisi di Kilometer 38 jalan poros Samarinda-Balikpapan, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Saat itu, Brigadir Deni dan Brigadir Bari dibantu empat personel Polsek Samboja memeriksa sebuah mobil tangki berwarna biru putih. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim Kombes Pol Fajar Setiawan mengatakan, berselang 20 menit kemudian, beberapa orang dengan menggunakan sepeda motor datang dan langsung mengeroyok kedua personel polisi lalu lintas tersebut. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI Mulawarman Kolonel Kolonel Chb Totok Surahmat, dihubungi dari Samarinda Rabu sore, membenarkan pengeroyokan terhadap personel kepolisian yang dilakukan oleh TNI tersebut. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI Mulawarman Kolonel Chb Totok Surahmat mengatakan, sejumlah personel dari Detasemen Kavaleri-1/Macan Tutul Cakti Balikpapan tengah diperiksa terkait pengeroyokan tersebut.
Brigadir Deni dan Brigadir Bari dikeroyok sejumlah anggota TNI, usai menggelar operasi Cipta Kondisi di jalan poros Samarinda-Bontang, Selasa malam (14/10) sekitar pukul 22.55 WITA. Akibatnya, dua Polantas itu menderita luka parah di wajah dan kepalanya.
"Dua anggota Lantas itu mengalami luka memar di wajah dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Batara Agung Samboja. Kondisi kedua personel itu saat ini sudah mulai membaik," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim Kombes Pol Fajar Setiawan, kemarin.
Berdasarkan informasi yang diterima tim investigasi Polda Kaltim menyebutkan, pelaku pengeroyokan adalah anggota TNI dari Detasemen Kavaleri-1/Macan Tutul Cakti Kodam VI/Mulawarman. Lalu bagaimana kasus tersebut bermula.
Berikut ceritanya seperti dirangkum merdeka.com, Rabu (16/10):Anggota TNI berbisnis minyak tanah
"Operasi Cipta Kondisi dilaksanakan untuk menciptakan suasana kondusif dengan sasaran senjata tajam, bahan peledak dan berbagai kemungkinan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. Operasi Cipta Kondisi ini sudah diinstruksikan ke seluruh Polda, Polres/Polresta dan seluruh polsek," katanya.
Fajar mengatakan saat digelar operasi Cipta Kondisi itulah, personel memeriksa sebuah mobil tangki warna biru putih kemudian penumpang dan sopir dimintai keterangan. Keduanya tidak proaktif sehingga sempat terjadi perdebatan, namun tidak dihiraukan oleh anggota.
"Mereka kemudian dilepaskan dan operasi berakhir sekitar pukul 22.30 WITA," ungkap Fajar.Dua Polantas dikeroyok anggota TNI
"Polda Kaltim saat ini sudah membentuk tim investigasi untuk mencari kebenaran terkait pengeroyokan yang dialami kedua personel itu," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kaltim Kombes Pol Fajar Setiawan.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, pengeroyokan terhadap dua personel polisi itu diduga dilakukan oleh anggota TNI dari Detasemen Kavaleri-1/Macan Tutul Cakti Kodam VI/Mulawarman.
Sebelum pengeroyokan, polisi memeriksa sebuah mobil tangki kosong yang berpenumpang dua orang dan mengaku sebagai anggota TNI.
Diduga, karena tidak terima, kedua TNI tersebut memanggil sejumlah rekan-rekannya kemudian melakukan pengeroyokan terhadap Brigadir Bari dan Brigadir Deni.Kodam VI Mulawarman mengakui anggotanya pelaku pengeroyokan
"Memang betul dan saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa personel yang diduga mengetahui kejadian itu," kata Totok Surahmat.
Surahmat mengatakan, jajarannya sedang menerjunkan tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Beberapa anggota dan saksi yang berasal dari warga sudah dimintai keterangan perihal kasus ini.Satu tersangka kabur
"Saat ini kami masih terus mendalami dugaan pengeroyokan dua personel kepolisian yang diduga dilakukan beberapa oknum dari Denkav 1. Beberapa personel yang diduga terlibat pengeroyokan itu, termasuk saksi-saksi dari masyarakat saat ini masih diperiksa intensif," ungkap Totok Surahmat, Rabu (15/10).
Namun, salah seorang TNI yang diduga melakukan pemukulan terhadap kedua personel Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Kartanegara itu yakni Kopral KA masih dalam pencarian.
"Seorang oknum yang diduga melakukan pemukulan yakni Kopral KA masih kami cari karena setelah kejadian itu dia menghilang," kata Totok Surahmat.