Ganjar Minta Masyarakat Tak Panik Ada Isu Penculikan Anak
Dia telah memerintahkan semua dinas terkait mengaktifkan dan mensosialisasikan nomor kontak. Hal itu guna menanggapi isu maraknya penculikan anak belakangan ini.
Menanggapi isu maraknya penculikan anak, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat agar tidak panik merespons isu tersebut. Ia mengajak para orangtua supaya lebih peduli dan sayang kepada anak.
"Jangan bikin cemas masyarakat. Bahwa ada isu penculikan dan sebagainya, laporkan. Keluarga mesti menjaga anak-anaknya, sayangilah anaknya," kata Ganjar Pranowo, Selasa (31/1).
Dia telah memerintahkan semua dinas terkait mengaktifkan dan mensosialisasikan nomor kontak. Hal itu guna menanggapi isu maraknya penculikan anak belakangan ini.
"Kami akan coba komunikasi, agar bisa pemerintah menyebar nomor kontak, misal dinas provinsi ada. Itu mesti tiap hari di sosialisasikan," ungkapnya.
Dengan adanya nomor kontak di setiap dinas akan memudahkan masyarakat mengakses laporan atau aduan bisa juga lewat aplikasi.
"Tapi wabil khusus edukasi kepada orangtua. Diakuinya, ia banyak mendapat pesan WhatsApp terkait isu penculikan. Bahwa orang bisa melakukan tindakan kriminal penculikan anak, trafficking dan kita mesti peduli," tegasnya.
Ketua PP Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) ini juga menambahkan, rasa peduli dan sayang bukan hanya kepada anak sendiri, melainkan kepada semua anak yang ada di sekitar.
"Siapapun, kalau ada anak kecil kita harus merasa bahwa itu anak kita," tandasnya. Ganjar mengatakan semua pihak memiliki kewajiban untuk melindungi anak-anak.
Seperti diketahui, DP3AKB Provinsi Jateng juga telah lama membuka care center untuk pendampingan pada perempuan dan anak. Kontak yang bisa dihubungi yakni pada nomor 085799664444 untuk layanan kekerasan atau konsultasi kekerasan. Selain itu juga ada layanan konsultasi keluarga pada nomor 0857999972111 atau juga bisa menghubungi nomor 024 76632577.
(mdk/eko)