Ganjar minta anggaran Rp 2,1 T untuk perbaikan jalan ditambah
menurut Ganjar, selain perbaikan jalan yang harus diprioritaskan adalah pembukaan jalur selatan-selatan.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan, anggaran infrastruktur Rp 2,1 triliun di APBD 2014 tidak cukup untuk perbaikan jalan. Hal itu karena dana tersebut nantinya juga harus dibagi dengan bidang lain.
Dalam APBD 2015, Ganjar menginginkan anggaran Rp 2,1 triliun itu khusus untuk jalan. Selain perbaikan jalan yang harus diprioritaskan adalah pembukaan jalur selatan-selatan untuk mengurangi ketimpangan pembangunan antar daerah.
"Saya pengen Rp 2,1 T itu untuk jalan saja, yang kemarin nggak cukup, jalan tetap masih rusak," tegas Ganjar di sela-sela Musyawarah Perencanaan Pembangunan di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernuran Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (10/4).
"Musrenbang penting untuk sinkronisasi dan harmonisasi kebutuhan tiap daerah. Maka dalam musrenbang, setiap kabupaten kota harus mampu menunjukkan titik-titik prioritas pembangunan," jelasnya.
Dalam APBD 2015, Ganjar menyatakan akan memperjuangkan alokasi hingga 60 persen untuk program yang berasal dari usulan musrenbang. Hal ini merupakan langkah maju setelah sebelumnya musrenbang seolah jadi ajang formalitas semata. Sedangkan sisa 40 persen dibagi rata untuk program eksekutif dan legislatif.
"Saya akan minta pada teman-teman Dewan, kalau bisa 60 persen dari APBN, itulah kehendak rakyat. Yang 40 persen diskresi eksekutif dan legislatif," jelasnya.
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menyatakan, konektivitas antar daerah dan penguatan energi menjadi prioritas pemerintah pusat dalam pembangunan di daerah.
"Maka pembangunan jalan tol Semarang-Solo, pantura, PLTU Batang, dan pengembangan bandara diharapkan segera selesai di Jateng. Dalam hal ini perlu mendapat perhatian juga masalah pembebasan lahan. Kalau gubernur turun angan sendiri saya rasa akan mempercepat," ucapnya.
Armida juga menyoroti masalah kemiskinan dan pengangguran di Jateng yang masih tinggi.
"Meskipun dalam beberapa tahun terakhir sudah menunjukkan progres signifikan, namun pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran harus diprogramkan lebih cepat," pungkasnya
Baca juga:
Ganjar: Makelar jangan ikut campur pembebasan lahan tol
Ganjar bersama Kapolda Jateng & Pangdam IV saat sidak TPS rawan
Ganjar Pranowo keliling Semarang sambangi TPS rawan kecurangan
Ganjar: Yang menang ora sah sombong yang kalah tidak usah nangis
Ribuan mahasiswa pendatang di Jateng terancam tak bisa nyoblos