Ganjar: Hoaks Tumbuh Tak Terhitung Bagai Pasir di Padang Gurun
Untuk itu, Ganjar mengimbau semua pihak untuk tidak hanya melakukan perlawanan melalui media sosial. Menurutnya, dengan turut menjaga lisan dan perbuatan merupakan cara mengantisipasi hoaks serta intoleransi.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengutuk teror pembakaran kendaraan motor di wilayahnya. Selain itu, dia juga mengecam aksi penembakan yang menyebabkan 50 orang tewas di Selandia Baru.
"Kita kutuk aksi terorisme dalam bentuk apapun dan tempat terjadinya. Mulai teror pembakaran motor, mobil di Jateng rumah peribadatan dan penembak jemaah masjid di New Zealand. Kita kecam bukan berarti tidak membalas karena kita cinta kemanusiaan," katanya di sela sambutan Apel Kebangsaan Kita Merah Putih di Lapangan Simpang Lima Semarang, Minggu (17/3).
Dia mengajak orang yang hadir di Apel Kebangsaan untuk melawan hoaks. Politisi PDI ini juga mengingatkan maraknya aksi intoleransi sekarang.
"Lihat bangsa kita sekarang ini, fitnah merajalela, hoaks tumbuh tak terhitung bagai pasir di padang gurun, tuduh menuduh, maki memaki ,saling menyerang bertengkar antar kawan bahkan saudara sedarah sekalipun," ujarnya.
Untuk itu, Ganjar mengimbau semua pihak untuk tidak hanya melakukan perlawanan melalui media sosial. Menurutnya, dengan turut menjaga lisan dan perbuatan merupakan cara mengantisipasi hoaks serta intoleransi.
"Tapi kecam tidak cukup hanya sekedar ngetwit, ngelike, percuma kalau tanpa aksi nyata. Mari jaga lisan dan jari kita, dewasa dalam berdemokrasi, budayakan bertanya, klarifikasi dan tabayun," tutupnya.
Baca juga:
Bawaslu Sebut Banyak Media Abal-Abal Sebarkan Berita Hoaks
Bawaslu Sebut Produksi Hoaks Tinggi di 92 Kabupaten/kota
Buntut Sebut Pemerintah Legalkan Zina Tengku Zulkarnain Dilaporkan ke Bawaslu
Terungkap Penyebab Warga Termakan Isu Kiamat di Ponorogo
PKB Inisiasi Gerakan Nusantara Bertauhid Demi Tangkal Perpecahan di Pilpres
Bawaslu Sebut 92 Daerah di Indonesia Rawan Penyebaran Hoaks