LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ganjar geregetan lihat kondisi industri garam

Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut satu, Ganjar Pranowo berjanji memajukan industri garam. Di hadapan ratusan petambak garam Desa Wedung Kecamatan Babalan Kabupaten Demak, dia mengaku geram dengan kondisi perindustrian garam nasional saat ini.

2018-05-20 09:03:00
Pilgub Jateng
Advertisement

Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut satu, Ganjar Pranowo berjanji memajukan industri garam. Di hadapan ratusan petambak garam Desa Wedung Kecamatan Babalan Kabupaten Demak, dia mengaku geram dengan kondisi perindustrian garam nasional saat ini.

"Mosok ket jaman disik awake dewe ora iso gawe uyah? Saya greget, sempat matur menteri perindustrian (Masak dari jaman dulu kita tiba bisa membuat garam? Saya greget, sempat bicara ke Menteri Perindustrian)," ucap Ganjar usai menyemen batu sebagai pondasi bangunan pengolahan garam, Sabtu (19/5).

Ganjar bicara soal usulan pembangunan pabrik garam di Nusa Tenggara Timur. Menurut dia, wilayah tersebut sangat cocok. Pasangan Taj Yasin Maemoen ini meyakini pembangunan pabrik itu dapat memenuhi kebutuhan garam nasional.

Advertisement

"Kita mampu kok, meski kualitasnya buruk. Ya kita harus perbaiki kualitas. Contohnya ada teknologi ulir pakai membran, ternyata kualitasnya bisa bagus," ungkapnya.

Salah satu petambak garam, Romadon, warga Babalan RT 2 RW 2, Wedung, Demak ikut angkat bicara. Di hadapan Ganjar, dia mengutarakan bahwa para petambak garam kesulitan membeli membran garam. Alat itu menjadi modal utama petambak.

"Ya harganya, ya stoknya. Membran itu kan hanya dijual dalam koperasi tambak garam. Kami, para petambak yang tidak memiliki kelompok ini kesulitan membeli, harus jadi anggota dulu," bebernya.

Advertisement

Soal harga membran, Romadon menyebut angka Rp 3,3 juta untuk ukuran 100x4 meter persegi. Harga tersebut dinilainya terlalu tinggi. "Di Surabaya itu Rp 2 juta untuk ukuran yang sama. Kami berharap Pak Ganjar memberi solusi," ucap dia.

Ganjar menyarankan petambak membuat kelompok. Menurutnya, pembuatan kelompok sebagai identitas agar pemerintah mudah melakukan pengawasan, sekaligus pemberian bantuan.

"Kalian sekarang buat kelompok, nanti kami dampingi. Saya ada bantuan dari Kementerian Kelautan Perikanan itu membran. Nanti saya beri pelatihan juga," jelas Ganjar.

Menyoal harga, Ganjar menyarankan petambak non-kelompok untuk berani melakukan peminjaman ke perbankan sebagai modal. Dia menawarkan para petambak itu pinjaman berbunga ringan dari Bank Jateng.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.