LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ganjar Akui Masih Temukan KKN dan Pungli di Kalangan ASN Jateng

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, meski telah melakukan banyak pembenahan, namun hingga kini masih saja ditemukan budaya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan pungutan liar (pungli) di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

2019-11-04 20:43:00
Ganjar Pranowo
Advertisement

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, meski telah melakukan banyak pembenahan, namun hingga kini masih saja ditemukan budaya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan pungutan liar (pungli) di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Secara tegas saya akan menindak setiap ASN yang ketahuan melakukan pungli dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Ganjar, di hadapan peserta Temu Administrator Muda Indonesia (Admi) 2019, di Gedung Auditorium GPH Haryo Mataram UNS, Solo, Senin (4/10).

"Pungli itu penyakit yang nyebelin. Tapi, kami di Provinsi Jateng berinisiatif membenahinya dan berhasil menyabet penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai provinsi paling berintegritas dengan nilai 78.26 dalam Survei Penilaian Integritas (SPI) di 26 lembaga," imbuhnya.

Advertisement

Ganjar mengaku memiliki banyak pengalaman mengubah wajah birokrasi di Pemprov Jateng. Seperti halnya melakukan digitalisasi dalam sistem birokrasi. Bahkan, dalam praktiknya di lapangan, Ganjar menginstruksikan agar jajarannya menindaklanjuti laporan masyarakat yang disampaikan melalui medsos secara cepat, mudah, murah dan tuntas.

"Saya wajibkan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) saya untuk menggunakan Media Sosial (Medsos). Kita kawinkan program yang kita miliki dengan medsos. Lalu, juga kita melakukan digitalisasi, misalnya dalam hal tanda tangan digital, barcode, verifikasi online, notifikasi mobile, arsip surat online, disposisi dan tracking surat," katanya.

Temu Admi merupakan salah satu forum diskusi ilmiah bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Negara/ Publik se-Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun untuk mengembangkan bidang keilmuan administrasi publik/ negara. Tahun ini kegiatan tersebut diikuti 44 perguruan tinggi dari berbagai daerah. Di antaranya Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo dan Universitas Tanjungpura.

Advertisement

Baca juga:
Piala Dunia U-20, Pemprov Jateng Siapkan Anggaran Perbaikan Lapangan Pendukung
Ganjar Pranowo Minta BPJS Kesehatan Segera Lunasi Tunggakan Rp249 Miliar
Ganjar soal Gibran Maju Pilkada Solo 2020: Keputusan Ada di Tangan Bu Ketum PDIP
Ganjar Yakin Pemangkasan Kepangkatan Ubah Mental PNS
Ganjar Harap Ada Terobosan di Kabinet Indonesia Maju
Tamu-tamu yang Hadir di Pelantikan Presiden

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.