LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ganjar akan bangun tanggul raksasa atasi banjir di Semarang

Tapi Ganjar masih kesulitan soal sumber pendanaan.

2014-02-20 03:15:00
Banjir Semarang
Advertisement

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku masih kesulitan untuk mengatasi banjir akibat rob di Kota Semarang, Jawa Tengah. Untuk mengatasi banjir karena air laut itu, ada dua cara.

Pertama membangun DAM untuk lepas pantai atau Giant Sea Wall (GSW). Selain itu, diperlukan juga pembangunan sabuk pantai.

Soal konsep itu, Ganjar baru saja menerima pemaparan konsep sabuk pantai dari para akademisi dan ahli Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. "Konsep yang ditawarkan oleh Ikatan Alumni Teknik Sipil (Ikateksi) Undip itu sangat bagus dan ramah lingkungan," tegas Ganjar saat di Gedung Gubernuran, Pemprov Jateng Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (19/2).

Ikuti berita Ganjar Pranowo di Liputan6.com

Sayangnya, konsep itu terkendala persoalan dana. "Saya minta bagaimana cara penganggarannya, mereka (Ikateksi) masih berharap ada dana dari APBD untuk studi," terangnya.

Karena itu, Ganjar belum memutuskan soal anggaran untuk studi proyek tersebut. Nantinya, Universitas Gajah Mada (UGM) akan ikut membantu Pemprov Jateng untuk studi penataan reformasi birokrasi di Pemprov Jateng.

"UGM membantu reformasi birokrasi semuanya, dana juga dari mereka sendiri. Nah apakah Undip bisa? bukan kami mau gratis tidak, tapi kami minta saran untuk pendanaan terhadap keberlangsungan proyek tersebut," paparnya.

Sedangkan Giant Sea Wall atau DAM lepas pantai digagas oleh konsultan swasta. Konsep mereka membutuhkan anggaran Rp 5 triliun dan sanggup menyediakan sendiri dengan bantuan investor asal China.

"Yang Sea Wall lebih siap, mereka tidak butuh uang, cuma surat. Dana disediakan semua dari investor asal China,"terangnya.

Meski GSW terlihat lebih siap, namun masih perlu dikaji dari sisi teknologi dan lingkungan. "Jika lancar, maka dalam beberapa bulan ke depan sudah ada kepastian mana konsep yang akan dipilih dan tahun depan bisa dimulai. Kalau bulan depan bisa didudukkan bersama untuk memilih satu, maka 2015 bisa dimulai. Tahun ini setidaknya sudah harus ada keputusan dan mulai penganggaran," katanya.

Baca juga:
Ganjar Pranowo saat hadiri diskusi Tan Malaka di Semarang
Pemerintah berniat aktifkan jalur tua menuju museum KA Ambarawa
Jalur KA Purwokerto-Semarang diresmikan, diharapkan atasi macet
Soal diskusi Tan Malaka, muncul petisi untuk Ganjar Pranowo
Dituding DPRD Jateng politisasi dana desa, Ganjar tetap santai

Advertisement
(mdk/has)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.