LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ganjar Ajukan Dukungan Dana Desa Saat PPKM Mikro di Jateng

Dia menyebut di wilayahnya memiliki program Jogo Tonggo, nantinya diharapkan program tersebut diaktifkan kembali. Jogo Tonggo merupakan upaya gotong royong antarwarga dalam penanganan Covid-19, tidak hanya dari segi kesehatan, tetapi juga sosial dan ekonomi.

2021-02-11 09:27:56
PPKM
Advertisement

Pemprov Jateng menyiapkan logistik kesehatan dalam Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro selama pandemi Covid-19 di tingkat RT RW. Pemerintah desa membutuhkan dukungan anggaran dana desa dalam operasionalnya.

"Dana desa 8 persen bisa digunakan untuk mendukung kegiatan PPKM skala mikro. Seperti menyediakan ruang isolasi, sarana cuci tangan, masker," kata Ganjar Pranowo di Semarang, Kamis (11/2).

Dia menyebut di wilayahnya memiliki program Jogo Tonggo, nantinya diharapkan program tersebut diaktifkan kembali. Jogo Tonggo merupakan upaya gotong royong antarwarga dalam penanganan Covid-19, tidak hanya dari segi kesehatan, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Advertisement

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto Prabowo mengatakan dukungan logistik kesehatan sangat diperlukan untuk mensukseskan PPKM Mikro.

"Banyak dukungan logistik dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten atau kota. Pemerintah desa juga ada. Jadi dari sumber anggaran cukup banyak, bisa dipakai, karena pandemi ini prioritas. Provinsi Jateng sudah mengajukan kebutuhan anggaran," kata Yulianto Prabowo.

Terkait kebutuhan yang perlu diperhatikan dalam PPKM Mikro yakni sumber daya manusia berupa tenaga untuk melakukan tracing atau pelacakan (tracer). Karena tenaga kesehatan di Puskesmas terbatas, sehingga dibutuhkan relawan di desa cukup banyak, seperti bisa dari PKK, Satgas Jogo Tonggo, serta personel Kepolisian (Bhabinkamtibmas) dan TNI (Babinsa).

Advertisement

"Kalau tenaga di Puskesmas untuk tracer dan cover desa atau kelurahan apalagi semua RW itu tidak cukup. Makanya harus dibantu. Karena itu, kami melakukan pelatihan kepada petugas tracer. Kami bekali kemampuan teknis cara tracking itu seperti apa," ujar dia.

Pihaknya juga akan membekali relawan tersebut agar bisa tercegah dari bahaya infeksi Covid lantaran harus kontak dengan banyak orang. Pelatihan disampaikan secara virtual.

"Sejumlah bekal logistik penting. Ada juga alat pelindung diri (APD) dan alat rapid test antigen," ungkap Yulianto Prabowo.

Baca juga:
Erick Thohir Jamin Garuda Indonesia Aman: Pesawatnya Saja Pakai Masker
Kota Bandung Wajibkan Warga Pakai Surat Keluar Masuk Wilayah saat PPKM, Ini Aturannya
Kapolda Metro Tawarkan Kerja Sama Program Kampung Tangguh ke Anies
Mengulik Adaptasi Bisnis Restoran di Tengah PPKM Mikro
Pemkot Bandung Wajibkan Warga di PPKM Mikro Minta Surat Pengantar Jika Bepergian
Dampak PPKM, Mayoritas Keterpakaian RS Jawa Bali di Bawah 70 Persen

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.