LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gandeng penerbit, KPK luncurkan 167 buku antikorupsi

Agus menjelaskan, 167 buku yang sudah diluncurkan tidak lepas dari partisipasi 36 penerbit di Tanah Air. Format buku bertema antikorupsi itu pun berbeda-beda, ada yang berbentuk fiksi, nonfiksi hingga faksi.

2016-09-28 16:52:27
KPK
Advertisement

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) meluncurkan 167 buku Antikorupsi di ajang Indonesia International Book Fair 2016 yang digelar di Assembly Hall JCC, Jakarta Pusat, Rabu (28/9). Ketua Umum KPK, Agus Rahardjo mengatakan, peluncuran buku ini merupakan upaya pencegahan korupsi melalui literasi atau dunia tulis menulis.

"Program 'Indonesia Menggagas dan Menerbitkan Buku Melawan Korupsi' merupakan salah satu upaya pencegahan korupsi melalui literasi guna meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat," ujar Agus kepada wartawan.

Agus menjelaskan, 167 buku yang sudah diluncurkan tidak lepas dari partisipasi 36 penerbit di Tanah Air. Format buku bertema antikorupsi itu pun berbeda-beda, ada yang berbentuk fiksi, nonfiksi hingga faksi.

"Segmentasi dan sasaran pembacanya pun beragam, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga sasaran pembaca yang spesifik seperti mahasiswa dan aparatur sipil negara," jelas Agus.

Mantan ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) ini menuturkan, program 'Indonesia Menggagas dan Menerbitkan Buku Melawan Korupsi' diharapkan mampu menjangkau masyarakat lebih luas dengan buku-buku bermutu dan sarat nilai.

"Buku adalah jendela pengetahuan, dari buku akan tertanam pengetahuan yang bisa melahirkan karakter integritas sehingga akhirnya masyarakat terlibat aktif dalam pemberantasan korupsi," tandasnya.

Sementara itu, mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan peradaban selalu terjaga ketika literasi masyarakat dirawat. Kemiskinan dan ketimpangan sosial bisa diberangus bila minat menulis masyarakat semakin meningkat.

"Kalau hari ini ada kemiskinan di mana-mana dan menyebabkan ketidakadilan sosial menjelma di mana-mana karena ada pasar gelap ketidakadilan yang dijual di mana mana. Itu sebabnya buku ini situasi ini masa depan bangsa yang akan datang harus ditulis dengan baik. Ini adalah bagian dari tangung jawab kita semua termasuk para penerbit buku," ujarnya.(mdk/sho)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.