Galaknya Badak buatan Pindad hingga dipasang daya rusak
Galaknya Badak buatan Pindad hingga dipasang daya rusak. PT Pindad meluncurkan produk alat tempur terbaru buatannya. Ada dua produk bakal dipasarkan dengan model dan fungsi berbeda dari buatan sebelumnya.
PT Pindad meluncurkan produk alat tempur terbaru buatannya. Ada dua produk bakal dipasarkan dengan model dan fungsi berbeda dari buatan sebelumnya.
Dua produk itu adalah Badak dan Sanca. Dua jenis kendaraan tempur itu kini tengah dipamerkan dalam Indo Defence 2016 Expo & Forum di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (2/11).
Badak merupakan panser dipersenjatai meriam dengan delapan roda besar. Panjang kendaraan ini mencapai 6 meter, dengan lebar 2,5 meter dan tinggi 2,9 meter. Kokohnya bentuk kendaraan ini bahkan bisa menjangkau medan sulit bila dicapai kendaraan tempur berat, seperti tank.
Badak memiliki meriam dengan peluru 90 milimeter. Meriam ini membuat Badak memiliki daya rusak cukup besar. Apalagi ukuran kalibar itu sama seperti digunakan kendaraan tank.
Untuk keamanan, Badak menggunakan tingkat keamanan level dua. Namun, untuk Badak, PT Pindad bisa membuat rancangan sesuai dengan permintaan pelanggan. "Jadi kita tidak langsung mengeluarkan banyak kita hanya memproduksi jika ada yang memesan" ungkap Hadi, petugas jaga lapak PT Pindad dalam pameran itu.
Kesiapan produksi itu kini tengah dikebut. Badak sendiri terus diproduksi guna memenuhi permintaan pasar. "Waktu pembuatan Badak sendiri kira-kira dapat selesai dalam waktu dua tahun," tambahnya.
Sementara untuk Sanca, kendaraan tempur ini masih dalam tahap percobaan. Namun, sedikit bocoran bahwa kendaraan ini bakal dilengkapi dengan RCWS (Remote Controlled Weapon Station) dengan menjalin kerja sama dengan Kongsbreg dari Norwegia. Kemungkinan tahun 2017 akan siap diproduksi.
Baca juga:
Pindad buat tank boat pertama di dunia, bisa melaju di danau & rawa
Ini penampakan Amfibi Transformer buatan TNI AL pertama di Asia
Wapres JK buka Indo Defence 2016
JK: Industri pertahanan dibutuhkan untuk kemajuan negara
JK: Senjata bukan untuk dorong perang tapi menjaga perdamaian