Gajah ditemukan tewas ditembak 5 peluru, gadingnya hilang
Gajah nahas itu diperkirakan sudah mati 7 hari sebelum ditemukan. Gajah jantan itu diperkirakan berusia 30 tahun dan saat ditemukan kondisinya sudah mulai membusuk. Ada 5 bekas luka tembak ditemukan pada tubuh gajah malang itu.
Seekor Gajah jantan ditemukan tewas di kawasan perkebunan sawit PT Dwi Kencana Semesta di Gampong Jambo Reuhat, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (14/1). Gajah itu tewas ditembak orang tak dikenal. Bangkai gajah itu ditemukan dengan gading sudah hilang.
Ada 5 bekas luka tembak ditemukan pada tubuh gajah malang itu. Namun petugas tidak menemukan proyektil peluru sehingga mengalami kesulitan mengidentifikasi jenis senjata yang digunakan.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, gajah nahas itu diperkirakan sudah mati 7 hari sebelum ditemukan. Gajah jantan itu diperkirakan berusia 30 tahun dan saat ditemukan kondisinya sudah mulai membusuk.
"Kita pastikan gajah tewas itu ditembak. Petugas temukan 4 bekas tembak di leher dan punggung gajah," kata Sapto Aji Prabowo di kantor BKSDA Aceh, Senin (16/1).
BKSDA belum bisa menyimpulkan kaitan antara temuan anak gajah kurang gizi dengan gajah jantan yang tewas itu. Namun, Sapto mengaku tidak tertutup kemungkinan ada kaitannya.
"Masih kita kaji. Bisa jadi setelah gajah jantan itu ditembak, anak gajah tersebut terpisah dari rombongan," jelasnya.
Sapto membeberkan, sejak 2012 hingga Januari 2017 telah terjadi 42 kasus Gajah tewas di Aceh. Kondisi ini sangat memprihatinkan dan perlu ada penanganan yang serius, agar tidak lagi ada gajah yang tewas.
"Takutnya ini seperti gunung es, kita sangat khawatir. Makanya saya sedang mengumpulkan data, akan melaporkan kasus kematian gajah di Aceh Timur pada polisi dan juga kasus-kasus gajah mati lainnya," tutupnya.
(mdk/noe)