Gajah betina ditemukan mati keracunan di perkebunan sawit
Seekor gajah betina ditemukan tewas di Gampong Seuneubok Bayu, Kecamatan Makmur, Kabupaten Aceh Timur diduga karena keracunan. Hewan bertubuh besar itu ditemukan dalam kawasan perkebunan sawit milik PT DKS.
Seekor gajah betina ditemukan tewas di Gampong Seuneubok Bayu, Kecamatan Makmur, Kabupaten Aceh Timur diduga karena keracunan. Hewan bertubuh besar itu ditemukan dalam kawasan perkebunan sawit milik PT DKS.
Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan, setelah dilakukan autopsi oleh tim dokter Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Berdasarkan pemeriksaan sampel kotoran, usus, ginjal dan jantung diperiksa di laboratorium, gajah betina berusia 25 tahun itu tewas karena keracunan.
Gajah betina itu yang diperkirakan sudah tewas 10 hari saat ditemukan Rabu (20/12), dan sedang hamil. Saat dilakukan autopsi ditemukan janin gajah diperkirakan 14 bulan berjenis kelamin jantan.
"Diduga kuat karena racun. Berdasarkan autopsi tim dokter, terdapat tanda kehitaman di kotoran, usus dan jantung yang mengindikasikan kematian karena racun," kata Sapto Aji Prabowo di Banda Aceh, Senin (25/12).
Katanya, dugaan tewasnya gajah tersebut karena keracunan berdasarkan keterangan dari seorang warga, bahwa gajah tersebut sempat memakan pupuk di ladang warga beberapa hari sebelum ditemukan tewas.
"Untuk itu kepastian jenis racun apakah dari pupuk yang dimakan atau dari racun lain serta apakah ada unsur kesengajaan atau tidak, menunggu hasil laboratorium," jelasnya.
Baca juga:
Setelah 2 tahun direhab, orangutan betina dilepasliarkan di Jantho
2 Tapir dilaporkan sering muncul di sekitar permukiman di Labusel
Kawanan Gajah liar merusak kebun warga di Bener Meriah
Disangka babi, tapir ditangkap warga di kuburan
Jual harimau, Ismail dituntut 3 tahun penjara