LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gajah Betina Ditemukan Mati di Kebun Sawit Aceh Timur

Gajah betina berusia sekitar 25 tahun ditemukan mati di kawasan perkebunan sawit PT Atakana di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Rabu (20/11). Gajah naas itu diperkirakan sudah tewas sekitar 8-10 hari lalu.

2019-11-23 00:05:00
Pembantaian Gajah
Advertisement

Gajah betina berusia sekitar 25 tahun ditemukan mati di kawasan perkebunan sawit PT Atakana di Gampong Seumanah Jaya, Kecamatan Rantau Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Rabu (20/11). Gajah naas itu diperkirakan sudah tewas sekitar 8-10 hari lalu.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Eko Widiantoro menjelaskan, setelah mendapat kabar ada gajah yang tewas. Langsung menuju ke lokasi dan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Saat ini petugas sedang bekerja untuk menyelidiki penyebab kematian gajah liar itu.

"Tim Inafis bersama tim dokter BKSDA Aceh melakukan nekropsi. Kita mengambil sampel untuk dibawa ke laboratorium di Medan untuk diteliti apa penyebab kematian gajah tersebut," kata AKBP Eko Widiantoro, Jumat (22/11).

Advertisement

Eko mengungkapkan, yang melaporkan pertama ditemukan gajah mati dari Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi. Petugas CRU menemukan seekor gajah yang mati tidak wajar. Dari radius 100 meter titik ditemukan gajah mati itu ditemukan benda-benda yang mencurigakan dan sedang diteliti oleh petugas.

Ia menambahkan, tindakan selanjutnya Kanit Identifikasi Satreskrim Polres Aceh Timur Brigadir Mirza Alvaro bersama tim dokter dari BKSDA Aceh yang diketuai drh. Rosa melakukan nekropsi (pemeriksaan kematian) terhadap gajah itu. Nekropsi ini bertujuan untuk mengetahui apa penyebab kematian gajah yang mati dengan melakukan pembedahan untuk mengambil hati, jantung, usus, limpa, lidah dan cairan usus dan kotoran gajah itu.

"Sampel yang diambil akan dibawa ke laboratorium di Medan untuk diteliti apa penyebab kematian satwa yang dilindungi tersebut," sebutnya.

Advertisement

Hasil laboratorium itu, sebutnya, hasilnya baru keluar sekitar satu bulan ke depan. Dari hasil itulah baru bisa dipastikan apa penyebab kematian gajah itu.

Eko mengimbau masyarakat untuk tidak membunuh dan meracuni satwa yang dilindungi tersebut. "Selain melanggar hukum, juga akan merusak habitat alam," tutupnya.

Baca juga:
Gajah Betina Ditemukan Mati Keracunan di Aceh
Mengenaskan, Gajah Sumatera Ditemukan Mati Tanpa Kepala di Riau
BBKSDA Riau Temukan Perburuan Gajah di Areal Konsesi Sinarmas Group
Ratusan Ekor Gajah Mati Setiap Tahun di Sri Lanka
Penyelamatan Bayi Gajah Terluka di Riau
Diduga Terjerat Selama Sebulan, Gajah Betina Berhasil Diselamatkan

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.