LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Gagasan Hasil Seminar Pramuktamar Muhammadiyah ke-48 di UMJ akan Dibawa ke Muktamar

Seminar yang bertema 'Rekonstruksi Sistem Ketatanegaraan Indonesia' ini berlokasi di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMJ.

2022-03-17 21:02:00
Muhammadiyah
Advertisement

Seminar pramuktamar Muhammadiyah ke-48 digelar di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) sejak Rabu, 16 Maret 2022. Seminar yang bertema 'Rekonstruksi Sistem Ketatanegaraan Indonesia' ini berlokasi di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMJ.

Seminar dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Prof. Titi Anggraini, Prof. Syarif Hidayat, Dr. phil. Ridho Al-Hamdi MA., dan Dr. Endang Sulastri, M.Si.

Kemudian dilanjut dengan sesi kedua yang diisi oleh Dr. Ma'mun Murod Al-Barbasy, M.Si., Dr. Refly Harun, M.A., LL.M., Dr. Hajriyanto Y Thohari, M.A., dan Drs. Himawan Bayu Patriadi, MA., Ph.D. Hadir pula Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., selaku Sekretaris Umum PP Muhammadiyah dan Keynote Speaker, Prof. Dr. Jimly Ash-Shiddiqie (Anggota DPD RI tahun 2019-2024).

Advertisement

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti mengatakan masukan atau gagasan besar dalam seminar tersebut akan dibawa ke Muktamar Muhammadiyah. Hasil seminar tersebut merupakan bentuk sumbangan pemikiran dalam kehidupan, kebangsaan dan kemanusiaan yang universal.

"Rangkaian seminar yang diselenggarakan ini sebagai upaya bagaimana mendapatkan masukan dan gagasan besar dalam rangka Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah yang diselenggarakan di Surakarta pada November mendatang. Rekomendasi dari seminar-seminar pra-Muktamar ini akan dibawa ke Muktamar mendatang," kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti di Jakarta, Kamis (17/3). Seperti dilansir Antara.

Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ma'mun Murod mengatakan saat ini terjadi kecenderungan global, yakni mundurnya demokrasi. Tidak hanya terjadi di negara berkembang, tetapi juga negara maju. Kemunduran juga terjadi di Amerika Serikat dalam praktik-praktik tertentu.

Advertisement

"Ada tiga kepemimpinan otoritarian yang bisa jadi pandangan, pertama kepemimpinan yang kuat dengan ditopang kelompok masa yang kuat, sehingga menjadi kuat. Kemudian, pemimpin yang kuat dengan ditopang militer, dan terakhir pemimpin yang lemah dengan ditopang oligarki. Oleh karena itu, perlu upaya bersama agar demokrasi tidak berjalan mundur," tutup dia.

Baca juga:
Muhammadiyah: Legacy Tidak Bisa Diukur dari Panjangnya Waktu Seorang Memimpin
Peringatan Isra Mikraj, Haedar Nashir: Manusia Jangan Salahgunakan Kekuasaan
Muhammadiyah-MUI-PBNU Sambut Baik SE Pengeras Suara di Masjid
Cak Imin Usulkan NU-Muhammadiyah Raih Nobel Perdamaian 2022-2023
Haedar Nashir Masuk Jajaran Top 100 Ilmuwan Sosial di Indonesia
Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadan 1443 Hijriah 2 April 2022

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.