Gagal Berangkat Umrah, Puluhan Warga Kalimantan Terlantar di Bekasi
Puluhan jemaah umrah asal Kalimantan itu berada di Kota Bekasi sejak sekitar dua minggu yang lalu. Padahal mereka dijanjikan keberangkatan oleh pihak travel ke Jeddah, Arab Saudi pada Jumat (10/3) lalu dari Jakarta.
34 Jemaah umrah asal Kalimantan terlantar di Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Mereka saat ini berada di hotel setelah sebelumnya sempat diinapkan di penampungan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Puluhan jemaah umrah asal Kalimantan itu berada di Kota Bekasi sejak sekitar dua minggu yang lalu. Padahal mereka dijanjikan keberangkatan oleh pihak travel ke Jeddah, Arab Saudi pada Jumat (10/3) lalu dari Jakarta.
"Tanggal 10 kami berangkat siang datang malam di Pontianak, tidur di Pontianak tiga malam. Nah tiga malam menginap terus dari Pontianak saya dan kawan-kawan ada seluruhnya 34 jemaah," kata Riyadi Kusumadani, salah satu jemaah umrah asal Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (26/3).
Setelah beberapa hari menginap di Pontianak, Riyadi dan jemaah umrah lainnya yang berangkat menggunakan travel PT Rihlah Assofa Amanah ini dibawa ke Kota Bekasi. Saat itu, pihak travel beralasan paspor milik jemaah mengalami masalah sehingga keberangkatan diundur.
"Setelah satu minggu lebih kami berontak, mereka beralasan pasporlah apalah, selesai semuanya rampung masih saja ada alasan. Kami dijanjikan berangkat dari tanggal 18-19 Maret. Kemudian tanggal 19 kami sudah ribut, dijanjikan tanggal 21 Maret ternyata tidak berangkat lagi," ujar dia.
Travel Lepas Tangan
Riyadi mengatakan, saat tiba di Jakarta, mereka sempat menanyakan kepada pihak travel soal keberangkatannya yang gagal. Namun pihak travel saat itu mengatakan tidak memiliki kerja sama dengan penanggungjawab keberangkatan.
"Ibu Erna ngaku sebagai marketing pemasaran dari PT Rihlah Assofa Amanah. Setelah kami datang ke Jakarta kumpul dengan dua rombongan kami telepon pihak PT Rihlah, perwakilannya datang dia ngomong PT Rihlah tidak ada kerja sama dengan atas nama Erna maupun Firman," kata dia.
Dikatakan Riyadi, puluhan jemaah umrah yang terlantar ini sudah menyetor uang sejak jauh hari dengan jumlah bervariasi. Mulai dari Rp33 juta hingga Rp38 juta. Namun hinga saat ini, mereka belum juga berangkat melaksanakan umrah.
"Saya Rp34 juta, ada kawan yang Rp35 juta. Ada yang Rp33 juta, juga Rp38 juta ada. Kalau saya dari sebelum Covid, jemaah yang bayar dari sebelum Covid ada sekitar 10 orang yang tertunda karena Covid. Tapi setelah Covid si Ibu Erna ada bawa jemaah memberangkatkan umroh ada yang biaya 34 juta," kata Riyadi.
Saat ini sebagian dari jemaah umrah yang terlantar di Bekasi berencana kembali pulang ke Kalimantan. Sedangkan sebagian lagi memilih bertahan hingga uang mereka dikembalikan.
"Sementara kami mau pulang, kalau uang dikembalikan masih belum tahu, yang mau berangkat pun tidak tahu jelas, janjinya hari Senin atau Selasa, tapi tidak tahu lah, iya atau tidak. Kalau saya mau pulang, inginnya uang kembali," tandasnya.
(mdk/gil)