Gaet wisatawan, Pemkot Solo kerja sama dengan pemerintah luar negeri
Gaet wisatawan, Pemkot Solo kerja sama dengan pemerintah luar negeri. Paket wisata yang ditawarkan adalah para wisatawan diajak belajar memasak, membatik di Baluwarti. Mereka juga diajak melihat kondisi kehidupan masyarakat Kota Solo.
Jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Kota Solo masih jauh jika dibandingkan dengan kota lainnya, seperti Bali, Batam dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Solo bahkan hanya menjadi second destination bagi wisatawan asing saat berkunjung Yogyakarta.
Untuk menjaring wisatawan yang lebih banyak, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melakukan berbagai cara. Di antaranya aktif menjajaki kerja sama dengan pemerintah luar negeri. Langkah tersebut diyakini mampu menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Kota Bengawan.
"Kita juga aktif menjajaki kerja sama dengan pemerintah luar negeri. Seperti Solo-Xian, Tiongkok, Solo-Australia, Solo-Korea dan tadi penjajakan Solo-Singapura," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Solo, Eny Tyasni Suzana, Kamis (29/9).
Eny mengatakan ada model paket wisata baru yang ditawarkan komunitas pemerhati wisata dari Bali. Yakni wisatawan asing dari Bali yang akan berkunjung ke Yogya, diajak singgah dulu ke rumah penduduk di Baluwarti, Solo.
Eny menerangkan paket wisata yang ditawarkan adalah para wisatawan diajak belajar memasak, membatik di Baluwarti. Mereka juga diajak melihat kondisi kehidupan masyarakat Kota Solo.
"Saya yain paket wisata ini mampu menarik minat wisatawan asing berkunjung ke Solo," katanya.
Ia menjelaskan, paket wisata baru di rumah-rumah Baluwarti belum termasuk ke dalam paket wisata yang ditawarkan Pemkot. Sehingga Pemkot tidak memiliki data riil jumlah kunjungan tersebut. Eny mengaku terus mengupayakan menarik kunjungan wisatawan asing untuk berkunjung di Solo.
"Rencana pembukaan rute penerbangan baru dari Solo-Singapura, Solo-Kualalumpur, dan Solo-Bangkok membuat saya semakin yakin wisata Solo semakin maju," tandasnya.(mdk/eko)