Gadget dan sosmed bikin mamud Jakarta jadi stalker
Kehadiran sosmed membuat grafik ke 'kepo' an (keingintahuan) seseorang menjadi tinggi.
Perkembangan teknologi telah 'menyerang' mama muda alias mamud. Mayoritas mamud yang hidup di era netizen memiliki ketergantungan yang cukup tinggi pada media sosial, seperti Facebook, Path, dan Instagram.
Apalagi untuk mamud yang sedang mengandung dan tak punya aktivitas di luar rumah seperti bekerja, kehadiran sosmed membuat grafik ke 'kepo' an (keingintahuan) mereka melesat tajam.
"Mungkin karena punya lebih banyak waktu luang," kata Joy dan Nadia dalam bukunya Moms and The City yang diluncurkan beberapa waktu lalu.
Sebenarnya ini bukan salah para mamud. Sebab gandet maupun provider yang menyediakan layanan internet makin banyak. Ditambah lagi, akun sosmed sangat mudah diunggah dalam ponsel.
Alhasil dalam setiap kegiatannya, mamud era modern tak lupa melapor ke akun sosmed yang dia miliki. Mau itu ketika shopping, makan, ataupun hati sedang galau, sosmed jadi tempat curhat andalan para mamud.
"Dunia seperti mau kiamat apabila ponsel low bat atau koneksi lelet," ungkap keduanya.
Setelah update foto atau status, iseng-iseng mama muda mengintip timeline teman-temannya. Tak ada maksud lain selain sekadar ingin tahu apa yang dilakukan si rekan.
"Apabila memiliki kenalan yang rajin unggah foto-foto seru dan barang merek high end, diam-diam mama menjadi stalker," tambahnya.
Bosan update status dan menguntit akun milik rekan, mamud juga menjadikan sosial media sebagai tempat belanja yang paling santai dan nyaman. Tinggal cari website-nya di google, amati barang yang diinginkan, order, dan transfer lewat internet banking. Beberapa hari setelah pemesanan, barang pun sampai.
"Seorang Mama baru sempat nge-Path dan mengibaratkan shopping di Instagram bak racun yang lebih kejam dari racun tikus."
Parahnya lagi, kata Nadia dan Joy, ada juga mamud yang beraktivitas dengan sosmednya sambil menyusui anak.
"Bahkan pernah ada calon mama melalui media social private meminta pertanggungjawaban kehamilannya pada Sang Romeo yang menghilang," kisah mereka.(mdk/lia)