LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

FX Rudy Minta Pemerintah Prioritaskan Vaksinasi Covid-19 untuk Anak-Anak

Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) meminta pemerintah untuk memprioritaskan vaksinasi Covid-19 untuk anak di bawah umur. Mereka dinilai lebih berisiko tertular virus corona dibandingkan kelompok dewasa atau lansia (lanjut usia).

2021-06-07 14:19:54
vaksin covid-19
Advertisement

Mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) meminta pemerintah untuk memprioritaskan vaksinasi Covid-19 untuk anak di bawah umur. Mereka dinilai lebih berisiko tertular virus corona dibandingkan kelompok dewasa atau lansia (lanjut usia).

Sewaktu menjabat wali kota, Rudy mengatakan pernah mengambil keputusan untuk menetapkan kejadian luar biasa (KLB) saat Covid-19 pertama masuk ke Solo, 13 Maret 2020. Hal tersebut dilakukan semata-mata untuk melindungi generasi muda yang merupakan penerus bangsa.

"Solo KLB Corona itu targetnya salah satu targetnya adalah menyelamatkan generasi penerus. Yang kedua rakyat Solo tidak boleh kelaparan, dan itu sudah terlaksana," ujar Rudy saat ditemui di rumahnya, Surakarta, Senin (7/6).

Advertisement

"Dengan tujuan awal seperti ini, kami hanya bisa menyarankan sekarang. Karena dulu waktu saya menjabat wali kota kan belum ada vaksin. Mestinya vaksin ini lebih diutamakan bagi anak usia PAUD, SD, SMP dan SMA," imbuhnya.

Menurut Rudy, anak-anak seusia mereka sulit untuk dikendalikan. Berbeda dengan usia dewasa yang bisa mengatur dirinya sendiri dan lebih memahami bahaya virus corona.

"Untuk itu saya menyarankan kepada pemerintah untuk menindaklanjuti vaksin ini lebih diutamakan untuk anak-anak dulu. Karena akan dilakukan pembelajaran tatap muka (PTM)," tandasnya.

Advertisement

Rudy khawatir, jika yang divaksin hanya para guru, mereka akan bisa tertular dari para siswa yang terpapar di luar. Apalagi vaksinasi yang disuntikkan saat ini juga belum 100 persen menjamin penerima bebas dari penularan Covid-19.

Meskipun protokol kesehatan tetap diterapkan saat PTM, namun akan lebih bijak jika negara melakukan tindakan yang konkret. Yakni memberikan vaksinasi kepada siswa yang akan melaksanakan PTM.

"Vaksin untuk lansia itu juga penting. Tapi kan lansia dan orang orang dewasa ini kan lebih mudah dalam melakukan pencegahan. Kalau anak-anak kan susah. Satu tahun tidak ketemu dengan teman-temannya, kemudian bicara tanpa prokes itu akan bisa terjadi," katanya.

"Mestinya lebih diprioritaskan untuk anak-anak. Apalagi saya melihat informasi bahwa vaksin Sinovac ini boleh digunakan untuk anak usia 3-17 tahun," pungkasnya.

Baca juga:
Warga Dunia Sudah Terima 2,12 Miliar Dosis Vaksin Covid-19
INFOGRAFIS: Daftar Varian Covid-19 yang Pengaruhi Efikasi Vaksin
Stok Vaksin Covid-19 di Kabupaten Sabu Raijua Habis, Vaksinasi Terhenti
Menkes Kirim Tambahan 50 Ribu Vaksin untuk Kudus dan Bangkalan
912 WNA yang Mengungsi di Riau Jalani Vaksinasi Covid

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.