FX Rudy Klaim Kasus Covid-19 di Solo Tidak Parah, Lebih Banyak yang Sembuh
Meski terus mengalami kenaikan signifikan, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengklaim jika kasus Covid-19 di Solo tidak parah. Menurutnya banyak pasien yang sembuh dan pulang ke rumah. Sedangkan yang terkonfirmasi didominasi oleh OTG (orang tanpa gejala).
Meski terus mengalami kenaikan kasus positif signifikan, Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengklaim jika kasus Covid-19 di Solo tidak parah. Menurutnya banyak pasien yang sembuh dan pulang ke rumah. Sedangkan yang terkonfirmasi didominasi oleh OTG (orang tanpa gejala).
"Kalau bicara parah, enggak parah ya. Karena yang sembuh lebih banyak, yang terkonfirmasi ini OTG. Jadi tanpa gejala semua," ujar Rudy seusai memimpin Apel ASN, Satpol PP Kota Solo, di halaman kantor Satpol PP, Senin (23/11).
Rudy menerangkan, hingga saat ini akumulasi kasus Covid-19 di Solo mencapai 2.005. Dari jumlah tersebut 1.085 di antaranya sembuh, 649 orang isolasi mandiri, 182 rawat inap dan 89 lainnya meninggal dunia.
"Tapi yang perlu saya sampaikan, semakin kita melakukan banyak tracing, ya semakin banyak yang kita temukan," katanya.
Terkait munculnya sejumlah klaster baru di Sekwan (sekretaris dewan) dan kantin Pemkot, Rudy mengaku belum mengetahui asal-usulnya. Kendati demikian, pihaknya akan lebih mementingkan untuk pencegahan agar tidak menyebar. Ia juga meminta warga yang merasa positif corona untuk melakukan karantina mandiri dan tidak bepergian keluar rumah.
"Jangan sampai meminta Karantina mandiri, tapi terus ke mana mana. Itulah yang menjadi penyebab klaster-klaster baru itu muncul," tandasnya.
Rudy menambahkan dengan munculnya klaster baru tersebut, pihaknya melakukan antisipasi dengan beberapa langkah. Diantaranya melakukan WFH atau work from home dan jika perlu dilakukan penutupan kantor atau lock down. Dan kemudian dilakukan tindakan-tindakan yang sesuai dengan protocol kesehatan.
Rudy menambahkan, pihaknya saat ini masih melakukan pelarangan terhadap instansi atau dinas di pemerintah kota untuk melakukan kunjungan keluar kota. Kecuali panitia khusus atau pansus.
"Jadi kalau mau studi banding itu tidak ada, tidak boleh. Menerima maupun keluar kita tidak lakukan dulu. Banyak yang minta untuk studi banding di Solo, kita jawab. Kalau mau studi banding lewat virtual saja," tandasnya.
Baca juga:
Jokowi: Per 22 November, Kasus Aktif dan Sembuh Lebih Baik Dibanding Rata-rata Dunia
91,2 Persen Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Sembuh
Satgas: Total 4.669 Pasien Covid-19 Sembuh di Sultra
Kasus Sembuh Covid-19 Bertambah 4.233, Jakarta dan Jawa Barat Tertinggi
Skala Nasional, Total 413.955 Pasien Sembuh dari Covid-19
Per 21 November, Total 6.676 Orang Warga Aceh Sembuh dari Covid-19