LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Fredi Budiman cuma sekelas kacang dalam bisnis narkoba

Sosok kuat di belakang Fredi adalah Chandra Halim alias Akiong. Dia merupakan penyandang dana untuk bisnis Fredi.

2016-08-06 11:29:09
Fredi Budiman
Advertisement

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut, dalam bisnis narkoba di Indonesia, gembong teroris terpidana mati Fredi Budiman belum ada apa-apanya. Fredi hanya orang kecil dalam kolam bisnis narkotika di Indonesia.

"Pak Budi Waseso (Kepala BNN) menyampaikan 72 jaringan narkotika di Indonesia. Ini kalau dari sisi kelas, Fredi belum apa-apa, masih ada yang lebih tinggi. Fredi mah sekelas kacang," kata Kabag Humas BNN, Slamet Pribadi dalam diskusi bertajuk Hitam Putih Pemberantasan Narkoba di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (6/8).

Slamet menyebut sosok yang lebih besar bisnisnya dari Fredi yakni Akiong. Akiong kini mendekam di Lapas Cipinang. Dia merupakan penyandang dana untuk bisnis Fredi. "Akiong alias Chandra Halim. Kalau cuman Fredi terlalu gampang lah," ucapnya.

Advertisement

Sosok Fredi muncul sebagai gembong narkoba karena aksi-aksinya selama ini. Padahal di belakang Fredi justru ada Akiong yang lebih kuat perannya di bisnis narkoba.

"Karena kepandaian dia (Fredi) memainkan sensasi, actionnya jago, maka dia yang terlihat. Akiong itu yang jalan langsung ke luar," tambahnya.

Disinggung sosok lain yang lebih kuat selain Fredi dan Akiong, Slamet enggan memaparkan.

Advertisement

"Tinggal buktikan dan tangkap, saya belum bisa mengungkap. Tapi kan kepolisian kita ketika kelihatan, langsung habisi," paparnya.

Di tempat sama, mantan Deputi Pemberantasan BNN, Irjen (Purn) Benny Mamoto mengakui jika Fredi hanya bagian kecil dalam bisnis narkoba di dalam negeri. Orang yang berkomunikasi dan memesan 1,4 juta pil ekstasi adalah Chandra Halim.

Dia menceritakan, Chandra alias Akiong memiliki koneksi dengan seseorang bernama Yu Tang. Chandra memesan langsung ke China.

"Baru pembicaraan berikutnya kirim orang namanya Yu Tang ke lapas Cipinang untuk nego. Jadi dalam konteks ini, dalam isi curhat Fredi ada 2 orang anggota ke China untuk ngecek, ini agak janggal, karena 6 polisi China sudah ada cek ke kita. Kalau kita cek ke sana buat apa? Cek pabrik? Itu mah gampang. Itu langsung Fredi ke China," tutupnya.

Baca juga:
DPR sebut 30,9 persen mahasiswa Indonesia pengguna narkoba
Fredi Budiman bersimpuh, cium kaki ibu sebelum dieksekusi
Asyik pesta sabu, Nur dan Davit tak berkutik saat digerebek polisi
Memburu anggota TNI, BNN & Polri dalam jaringan Fredi Budiman
3 Bulan jual obat daftar G buat pembegal, Nurhaeni diringkus
Gubernur Aher kaget pejabat BKD ditangkap beli sabu

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.