LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

FPI dan Emak-Emak Desak Bawaslu Sulsel Usut Tuntas Camat di Makassar Dukung Jokowi

Mereka meminta pihak Bawaslu mengusut tuntas kasus video viral menggambarkan dugaan dukungan 15 camat se-Kota Makassar untuk pasangan capres nomor urut 1, Jokowi-Ma'ruf.

2019-02-27 10:22:44
Kampanye Hitam
Advertisement

Ratusan massa pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo-Sandiaga, laskar FPI, emak-emak yang berseragam biru dan gadis-gadis bercadar mendatangi kantor Bawaslu Sulsel di Jalan AP Pettarani, Rabu (26/2) pagi.

Mereka meminta pihak Bawaslu mengusut tuntas kasus video viral menggambarkan dugaan dukungan 15 camat se-Kota Makassar untuk pasangan capres nomor urut 1, Jokowi-Ma'ruf.

Advertisement

Satu per satu kelompok massa yang dikoordinir Direktorat Satgas Badan Pemenangan Nasional Sulsel Prabowo-Sandi tiba. Antara lain dari relawan ganti presiden, relawan Prabowo-Sandi, gerakan millenial Sulsel dan FPI.

Advertisement

Sementara di depan kantor Bawaslu Sulsel sendiri sudah berjaga-jaga ratusan polisi dan polwan dipimpin Kabag Ops Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Danu.

Orator pertama yang naik ke mobil komando orasi, ustadz Firdaus membuka aksinya dengan mengajak massa membaca ummul kitab, Al Fatiha.

"Mari kita membuka aksi damai ini dengan membaca ummul kitab. Semoga Allah SWT memberi petunjuk ke saudara-saudara kita di Bawaslu untuk katakan benar bagi yang benar, katakan salah bagi yang salah," seru Ustadz Firdaus.

Selanjutnya orator terus bergantian membakar semangat para pengunjuk rasa, tidak peduli matahari yang kian terik.

"Di Jawa, ada kepala desa diusut, di penjara karena mendukung pasangan calon nomor urut 2. Di sini kami juga tuntut pengawas Pemilu Bawaslu juga bersikap tegas. Camat-camat itu harus diusut tuntas. Aparat keamanan juga harus netral," kata seorang orator.

Baca juga:
Jusuf Kalla Soal Hoaks Jokowi Menang Tak Ada Azan: Di Mana Logikanya!
PSI: Jawa Tengah Bukan Hanya Kandang Banteng, Tapi Juga Kebun Mawar
KPAI Minta Bantuan Polri Telusuri Video Anak SD Nyanyi 'Ayo Kita Pilih Prabowo-Sandi'
Ma'ruf Amin: Saya Kiai Tukang Azan, Kalau Menang Enggak Ada Azan itu Fitnah
Bawaslu Ingatkan Timses: Media Sosial untuk Tarung Program Bukan Sebarkan Hoaks
Media Sosialisasi Pemilu 2019 Mulai Bertebaran di Jalan Medan Merdeka Barat
Bawaslu Ogah Buru-Buru Simpulkan Peran Timses Di Balik Bocah SD Nyanyi Prabowo-Sandi

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.