FOTO: Jalur Mudik Pascabencana di Sumatera Barat Kini Siap Dilalui
Pemerintah memastikan kesiapan jalur utama di Sumatera Barat untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026.
Pemerintah memastikan kesiapan ruas jalan nasional di Provinsi Sumatera Barat dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Sejumlah jalur utama yang menjadi tumpuan mobilitas masyarakat telah disiapkan agar tetap dapat dilalui dengan aman dan lancar selama periode tersebut.
Salah satu koridor yang mendapat perhatian khusus adalah jalur Padang–Bukittinggi yang melintasi kawasan Lembah Anai dan Sitinjau Lauik. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute vital yang menghubungkan berbagai wilayah di Sumatera Barat, sekaligus memiliki tingkat kerawanan tertentu akibat kondisi geografisnya.
Kementerian Pekerjaan Umum memastikan ruas di kawasan Lembah Anai dapat difungsikan selama 24 jam. Sebelumnya, jalur tersebut sempat mengalami pembatasan operasional karena proses rekonstruksi pascabencana. Kini, upaya percepatan penanganan terus dilakukan agar akses tetap terbuka bagi masyarakat selama masa mudik.
Penanganan pada titik-titik rawan di sepanjang jalur ini menjadi fokus utama pemerintah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman, terutama di lokasi yang memiliki potensi gangguan seperti longsor dan kerusakan infrastruktur.
Pada ruas Padang–Bukittinggi, pekerjaan difokuskan di beberapa titik strategis yang terdampak bencana, termasuk kawasan Lembah Anai. Selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran, ruas ini akan difungsikan penuh selama 24 jam guna mendukung kelancaran arus kendaraan.
Hingga saat ini, progres penanganan di Lembah Anai telah mencapai sekitar 44 persen, dengan pekerjaan pondasi bore pile mendekati 78 persen. Meskipun proses konstruksi masih berlangsung, jalur tetap dibuka untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik.
Untuk mendukung kesiapsiagaan di lapangan, Kementerian Pekerjaan Umum juga menyiagakan 40 unit alat berat. Peralatan ini difungsikan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan seperti longsor, pohon tumbang, hingga kondisi darurat lain yang dapat menghambat perjalanan pemudik.