Forum silaturahmi kiai sepuh Jatim dukung Cak Imin maju cawapres
Pesantren yang diasuh KH Agus Ali Masyhuri atau yang akrab disapa Gus Ali itu dinilai menjadi tempat yang tepat. Sebelumnya, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul juga dideklarasikan oleh para Ulama' untuk maju sebagai Cagub Jatim di tempat tersebut.
Forum Silaturohmi Ulama Nusantara sepakat untuk mengusung Ketum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin untuk maju sebagai calon wakil presiden (cawapres). Dukungan itu dideklarasikan di Pesantren Progresif Bumi Shalawat di Desa Lebo, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (31/3) sore.
Pesantren yang diasuh KH Agus Ali Masyhuri atau yang akrab disapa Gus Ali itu dinilai menjadi tempat yang tepat. Sebelumnya, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul juga dideklarasikan oleh para Ulama' untuk maju sebagai Cagub Jatim di tempat tersebut.
"Di tempat ini para Kiai dulu sepakat mendeklarasikan Gus Ipul maju Pilgub dan sekarang Cak Imin hadir sini, ruangan ini sangat strategis (deklarasi cawapres) bagi Cak Imin," kata KH Soleh Hayat, pembawa acara yang memandu acara deklarasi Cak Imin untuk kandidat RI 2 itu.
Silaturohmi Ulama Nusantara tersebut dihadiri puluhan kiai dan gus dari berbagai daerah di Jawa Timur dan luar Jatim. Hadir kiai sepuh di antaranya, KH Zainuddin Djazuli, Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kediri. KH Anwar Iskandar, Pengasuh Pesantren Al-Amin, Kediri, KH Abdus Salam Mujib, Pengasuh Pesantren Al-Khoziny, Buduran Sidoarjo.
Tentunya, KH Agus Ali Masyhuri (Gus Ali) Pengasuh Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo, KH Miftahul Akhyar, Rois Syuriyah PWNU, KH Fahrurozi, Pengasuh Pesantren Bululawang I Malang dan sejumlah kiai lainnya dan Ketua Tanfidziyah dan Syuriyah PCNU dari berbagai daerah.
KH Ali Masyhuri mengatakan, warga NU memiliki basis yang sangat banyak. Saat ini, lanjutnya, jumlahnya mencapai 92 juta. "Ini sangat besar di dalam jumlah. Tapi, miskin di dalam peran," ujar kiai yang akrab disapa Gus Ali itu.
Kiai Kharismatik itu mengajak warga NU untuk mengambil peluang strategis dalam tahun politik 2018 dan 2019 ini. "Maka, jangan sampai sebagi warga NU seneng melok wong liyo (suka ikut orang lain). Kalau bahasa santrinya agar menjadi fail (subjek) bukan maful (objek)," ungkapnya.
Oleh sebab itu, Gus Ali meminta untuk mendukung kader NU yang maju pada kontesasi Pilpres 2019 mendatang, tentunya Muhaimin Iskandar kader yang didukung tersebut. Dalam hal ini, lanjutnya, Cak Imin didukung untuk menjadi Cawapres. "Memang idelanya Presiden, tapi realitas politik Cawapres," jelasnya.
KH Anwar Iskandar menambahkan, ada dua hal yang menjadi pertimbangan untuk mendukug Cak Imin sebagai Cawapres RI. Pertama, sebutnya, beliau itu representasi kekuatan islam moderat di Indonesia. Kedua, karena Cak Imin didukung Parpol lainnya serta Partai PKB juga solid mendukung Cak Imin.
Selain itu, menurut KH Anwar Iskandar, alasan yang sangat dasar yaitu ingin menyelamatkan negara yang saat ini banyak ancaman mulai dari radikal dan teroris, narkoba, korupsi, liberalisme dan kapitalisme. "Lha Salah satu mengatasi cara ini kekuatan nasionalisme dan religius itu bersatu. Cak Imin ini bisa menjadi representasi religius," ungkapnya.
Para kiai yang hadir di acara tersebut sepakat mengusung Cak Imi sebagai Cawapres RI 2019 mendatang. Bahkan, sebagai wujud dukungan itu, para Kiai membacakan deklarasi dan komitmen mendukung mantan Ketum PMII itu untuk maju Cawapres 2019 mendatang yang didukung para Kiai.
Dalam forum tersebut KH Ali Masyhuri didapuk menjadi komandan konsolidasi Cak Imin maju Cawapres 2019 mendatang. "Mohon doa restu pengasuh pesantren, restu kiai dan ulama," kata Muhaimin disela-sela sambutannya.
(mdk/hrs)