LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Forum Santri: Pilih gubernur tak perlu takut dicap pengkhianat Allah dan Rasulnya

Para santri tetap solid dalam barisan yang sama dengan para kai sepuh. Barisan santri juga mengharapkan seluruh masyarakat Jatim merapatkan barisan untuk bersama para kiai sepuh, agar tercipta Jatim yang guyub, rukun dan makmur.

2018-06-25 16:11:04
Pilgub Jatim
Advertisement

Forum Santri Cinta Damai (Santai) menyatakan agar warga Jawa Timur nikmati pilkada ini dengan riang gembira dan merdeka. Forum ini juga menganjurkan agar warga Jawa Timur memilih pasangan calon yang sesuai dengan istikharah para kiai sepuh dan tidak perlu takut dengan fatwa fardhu ain.

"Tidak perlu takut dicap sebagai pengkhianat Allah SWT dan Rasulnya, HANYA KARENA MEMILIH PASANGAN CALON TERTENTU dari 2 calon yang ada," ujar juru bicara Forum Santri Cinta Damai, Agus Iffatul Lathoif atau yang akrab disapa Gus Thoif, Senin (25/6).

Forum Santri Cinta Damai juga menyatakan mendukung dan siap memangkan pasangan nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur.

Advertisement

"Kita siap memenangkan pasangan cagub nomor 2, Drs. Saifulloh Yusuf dan Puti Guntur Soekarno," terang Gus Thoif.

Gus Thoif yang merupakan putra KH Zainuddin Jazuli dari Pondok Pesantren Ploso, Kediri ini mengatakan, para santri tetap solid dalam barisan yang sama dengan para kai sepuh. Barisan santri juga mengharapkan seluruh masyarakat Jatim merapatkan barisan untuk bersama para kiai sepuh, agar tercipta Jatim yang guyub, rukun dan makmur.

"Dan menjadi daerah yang Baldatun toyyibatun wa robbun ghofur," ujar Gus Thoif.

Advertisement

Saat ini kata Gus Thoif, tahapan masa kampanye yang panjang dan melelahkan telah usai. Forum dan barisan santri mengapresiasi kinerja seluruh aparat yang sampai saat ini telah mampu menjaga netralitas dan kondusifitas di Jawa Timur.

"Semoga situasi ini berlangsung hingga hari H pencoblosan pada 27 Juni 2018," imbuhnya.

Pernyataan ini dibuat untuk menangkal fatwa fardhu ain yang dihasilkan dalam pertemuan di Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto, 3 Juni lalu. Dalam pertemuan yang dihadiri Khofifah itu melahirkan surat fatwa bernomor 1/SF-FA/6/2018.

Mengutip dalil sebuah kitab, para ulama pendukung Khofifah-Emil yang diwakili KH Asep Saifuddin Chalim menyebut, umat Islam termasuk para Kiai yang tidak mendukung Khofifah sama dengan mengingkari Allah dan Rasul-Nya. Fatwa fardhu ain ini kemudian ramai dan menjadi polemik.

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.