LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Forum Polantas wacanakan SIM berlaku di seluruh negara Asia Tenggara

Forum Polantas wacanakan SIM berlaku di seluruh negara Asia Tenggara. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, polisi lalu lintas di Asia Tenggara (ASEAN) tengah mewacanakan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dikeluarkan masing-masing negara. Hal itu disampaikan dalam acara Asean Traffic Police Forum (ATPF) 2017.

2017-11-15 18:16:59
Kapolri Tito Karnavian
Advertisement

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, polisi lalu lintas di Asia Tenggara (ASEAN) tengah mewacanakan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang dikeluarkan masing-masing negara dapat berlaku di seluruh wilayah Asia Tenggara. Hal itu disampaikan dalam acara Asean Traffic Police Forum (ATPF) 2017 di Jakarta dan Bali pada 14 sampai 18 November 2017.

"Kegiatan ini forum polisi-polisi ASEAN yang bertugas di bidang lalu lintas. Tujuannya adalah membuat koordinasi misalnya tentang driving licenses (SIM) yang bisa diberlakukan di negara ASEAN," kata Tito di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (15/11).

Sayangnya, Tito tak menjelaskan seputar koordinasi yang akan dilakukan terkait wacana pemberlakuan SIM ASEAN ini. Namun, berdasarkan dokumen paparan ATPF 2017, wacana pemberlakuan SIM ASEAN bukan hal baru.

Wacana ini sebelumnya pernah menjadi bahan diskusi dalam tiga pertemuan di tahun 1985, 2009, dan 2015. Dalam dokumen itu juga disebutkan, wacana SIM ASEAN kembali dibahas di ATPF 2017 dalam rangka menghadapi tantangan global serta menyokong integrasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Lebih lanjut, Tito menambahkan, bahwa ATPF 2017 juga akan menjadi ajang bertukar informasi antar personel polisi lalu lintas negara se-ASEAN. Itu untuk menciptakan keamanan masyarakat dalam berkendara.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mengakrabkan hubungan antara komunitas polisi lalu lintas ASEAN," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Royke Lumowa mengungkapkan, jika pihaknya akan belajar dalam penekanan angka kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas.

Menurutnya, Indonesia masih menempati urutan tiga besar di Asean dalam angka kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan kematian pada masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan kerja sama antar lembaga kepolisian dengan negara lain.

"Kurang lebih 28 hingga 30 ribu orang meninggal di jalan per tahun karena kecelakaan. Dibandingkan kejahatan terorisme kriminal lain, jauh. Dan kami kerja sama nanti, ke depan ada kerja sama P to P (police to police) mungkin, atau ikatan ATPF ini, semua muaranya keselamatan di jalan," ungkap Royke.

Dalam acara Asean Traffic Police Forum (ATPF) 2017, yang kedua saat ini Indonesia menjadi tuan rumah, dan digelar di Jakarta dan Bali pada 14 sampai 18 November 2017. Yang mana sebelumnya Vietnam menjadi negara pertama dalam menyelenggarakan acara ini sekaligus menjadi tuan rumah.

Acara ini turut dihadiri oleh delegasi dari sejumlah negara Asean seperti Malaysia, Myanmar, Kamboja, Laos, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam dan Vietnam. Dan satu delegasi dari negara Singapura tak dapat hadir dikarenakan ada kegiatan di negaranya.

Baca juga:
Kapolri sebut modernisasi lalu lintas atasi kemacetan mudik di Indonesia
Kakorlantas sebut warna pelat nomor kendaraan akan diubah jadi warna putih

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.