Fitra: Rp 728 juta untuk pengecatan Gedung DPR
Uchok menilai ada kejanggalan dalam proyek pemeliharaan dome, archeam dan listplank Gedung Nusantara DPR.
Gedung DPR saat ini tengah merias diri. Pengecetan ulang dilakukan diseluruh diding bangunan guna menyambut pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam rangka HUT RI dan penyampaian RAPBN 2013 beserta Nota Keuangaan.
Namun, jumlah dana yang dikeluarkan untuk pengecetan tidaklah sedikit. Menurut Koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Uchok Sky Khadafi, total dana yang dikeluarkan mencapai Rp 728.135.100.
Proyek pengecatan itu ditenderkan kepada sejumlah perusahaan swasta. Proyek pengecatan yang sudah selesai lelang, seperti pada proyek pekerjaan pengecatan batu koral, sikat lantai platform Gedung Nusantara DPR dengan alokasi anggaran sebesar Rp 123 juta (Rp 123.453.000).
"Dan pemenang lelang ini adalah CV. MTH yang beralamat di Jl Basuki Rahmat No 23C, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara," kata Uchok dalam siaran persnya, Jumat (10/8).
Sementara, pekerjaan pengecatan dinding mozaik Gedung Nusantara DPR yang belum selesai, alokasi anggaran yang akan digunakan sebesar Rp 162 juta (Rp 162.619.600). Proyek ini akan dikerjakan oleh PT. Bagas Jaya Sakti, yang beralamat di Jl Raya Centex No 28 Ciracas.
"Ketiga adalah pemeliharaan dome, archeam dan listplank Gedung Nusantara DPR sebesar Rp 442 juta (Rp 442.062.500) dari HPS (Harga Perkiraan Sendiri) Rp 457 juta (Rp.457.608.000), dan Proyek ini dimenangkan oleh CV. MTH, Jl Basuki Rahmat No 23 C, Kelurahaan Rawa bunga, Kecamatan, Jatinegara," katanya.
Uchok menilai ada kejanggalan dalam proyek pemeliharaan dome, archeam dan listplank Gedung Nusantara DPR. Pasalnya, perusahaan yang menawarkan harga yang mahal dimenangkan, sementara perusahaan yang menawarkan harga yang murah dikalahkan.
"Hal ini dilihat dari kemenangaan lelang oleh CV. MTH dengan harga penawar sebesar Rp 442 juta. Padahal, ada 3 perusahaan yang lebih rendah penawarannya dari CV. MTH ini, misalnya, PT. Tripel Eratama dengan penawaran sebesar Rp 402 juta (Rp 402.644.000). CV. Cipta Parimaha Mandiri dengan penawaran sebesar Rp 411 juta (Rp 411.908.200). PT Samoa Raya dengan nilai penawaran sebesar Rp 416 juta (Rp.416.427.000)," jelasnya.(mdk/dan)