Festival Danau Sentani jadi ajang pemersatu budaya
"Melalui festival ini tentunya kami berharap dapat lebih meningkatkan keeratan maupun kerukunan," ujar Bupati Jayapura.
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw membuka penyelenggaraan Festival Danau Sentani (FDS) ke-IX tahun 2016 di Khalkhote, Jayapura, Papua, Senin (20/6).
Hadir pula dalam kegiatan itu Bupati Merauke Frederikus Gebze, Walikota Papua Benhur Tommy Mano, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata Hari Untoro Drajat, serta Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya dari Kementerian Kelautan Saut Parulian Hutagalung.
FDS 2016 dibuka dengan tarian perang serta tari kolosal. Ini menjadi tarian khas Papua sebagai bentuk ucapan selamat datang sekaligus membawa suasana meriah dalam acara tersebut.
Dalam pidatonya, Mathius menyampaikan, tema FDS 2016 ialah One Indiversity of Greatness yang berarti Satu Dalam Keanekaragaman Meraih Kejayaan. Kalimat ini dimaksudkan agar melalui FDS 2016 menjadi gambaran bahwa masyarakat Papua itu bisa bersatu (rukun) dan saling bertoleransi.
"Melalui festival ini tentunya kami berharap dapat lebih meningkatkan keeratan maupun kerukunan masyarakat Papua khususnya. Karena kita adalah satu. Tidak ada yang berbeda," ujar Mathius.
Sementara itu, Wakil Gubernur Klemen Tinal mengatakan, masyarakat yang ada di wilayah itu merupakan penduduk asli setempat. "Disini, rakyat asli Papua bukanlah pendatang. Mereka warga asli Papua sejak lahir," tambahnya.