LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ferdy Sambo Tatap Sinis Bharada E

Dalam Sidang sembari Arman Hanis mencecar Bharada E, Ferdy Sambo juga turut melirik tajam ke arah mantan ajudannya dengan tajam soal ihwal BAP tersebut yang terungkap merupakan keterangan bohong.

2022-12-13 16:09:26
Ferdy Sambo
Advertisement

Tatapan mata terdakwa Mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo sontak terlihat tajam saat menatap Richard Eliezer alias Bharad E ketika memberikan keterangan sebagai saksi mahkota dalam perkara dugaan pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Tatapan Ferdy Sambo itu terlihat ketika mantan ajudannya tersebut dicecar oleh Tim Penasihat Hukum soal ihwal kebohongan Bharada E yang sempat tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), pada 5 Agustus 2022.

Berawal dari, Tim Penasihat Hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis yang kembali mengungkit soal BAP pada 5 Agustus 2022 yang diakui merupakan keterangan bohong. Setelah, akhirnya Bharada E membuat pengakuan jujur pada 6 Agustus 2022.

Advertisement

"Tadi anda mengatakan bahwa waktu membuat pengakuan itu tanggal 6 Agustus benar?" tanya Arman saat sidang di PN Jakarta Selatan, Selasa (13/12).

"Benar," singkat Bharada E.

"Itu ada BAP tidak?" tanya kembali Arman.

Advertisement

"Itu saya tulis tangan (pengakuan di tanggal 6 Agustus)," ucap Bharada E.

"Saya tanyakan saudara kan tadi sudah disumpah, dan untuk diminta keterangan. Saya tanyakan saudara pada 5 Agustus saudara pernah di BAP?" cecar Arman.

"Saya lupa kalau ada BAP," jawab Bharada E.

"Sebelum saudara di BAP, apakah saudara membuat surat pernyataan?
Saya tidak menanyakan tanggal 6, pernah membuat surat pernyataan di tanggal 5 (BAP)," cecar Arman kembali yang diakui Bharada E "Itu masih bohong (keterangan tanggal 5 Agustus)."

Dalam Sidang sembari Arman Hanis mencecar Bharada E, Ferdy Sambo juga turut melirik tajam ke arah mantan ajudannya dengan tajam soal ihwal BAP tersebut yang terungkap merupakan keterangan bohong.

"Saudara berbohong apa?" tanya Arman, penasihat hukum Ferdy Sambo.

"Berbohong bahwa saya tulis, dan saya jujur di tanggal 6 itu," ujar Bharada E.

"Tanggal 5 yang berbohong itu apa saudara lupa, tanggal 6 ingat?" tanya Arman kembali.

"Tanggal 6 ya yang saya jelaskan," jawab Bharada E.

Keterangan bohong dari Bharada E itu, disebutkan Arman perihal kesaksian kalau semua yang menembak Brigadir J adalah Ferdy Sambo. Namun hal itu tidak jelas maksud dan tujuan dari Bharada E membuat keterangan tersebut.

"Saya ingatkan saudara pada tanggal 5, saudara di BAP menyampaikan dalam BAP tersebut saudara tidak menembak. nanti kami perlihatkan yang mulia? bahwa yang menembak terdakwa (Ferdy Sambo) semuanya? benar tidak?" tanya Arman.

"Siap bapak, di tanggal 5 iya (keterangan BAP)," ucap Bharada E.

"Kenapa saudara berbohong?" tanya Arman.

"Karena masih bohong," jawab kembali Bharada E.

"Ya bukan, siapa yang menyuruh berbohong?" cecar Arman.

"Tidak ada yang nyuruh," tegas Bharada E.

Namun, merasa tak puas dengan jawaban dari Bharada E, Arman hanis teruz mencecar soal alasan dari Mantan Ajudannya tersebut berbohong. Dimana kebohongan Bharada E kala itu, berbeda dengan skenario baku tembak yang telah disusun Sambo.

Menurut Bharada E, dirinya berbohong selama satu bulan mulai dari awal skenario baku tembak dengan Brigadir J hingga memberikan keterangan kalau yang menembak seluruhnya Brigadir J adalah Ferdy Sambo.

"Selama satu bulan bapak, saya berbohong," ucap Bharada E.

"Saya tanya yang ini bukan skenario, di tanggal 5? tidak ada yang nyuruh?" tanya Arman.

"Tidak ada," singkat Bharada E.

"Tujuannya berbohong untuk apa?" kata Arman.

"Tidak ada tujuan bapak," jawab kembali Bharada E.

Selama itu pula selain melirik dengan tajam, Sambo juga terlihat menggelengkan kepala seraya membantah keterangan dari mantan ajudannya tersebut yang diikuti cecaran pertanyaan dari tim penasihat hukum.

"Tahu tidak dengan kebohongan saudara itu saudara itu, saudara terdakwa yang mengakui semuanya? bukan saudara yang mengaku dalam persoalan ini?" tanya Arman.

"Saya tulis tanggal 6 bapak (keterangan jujur)," ucap Bharada E.

"Ada surat itu, surat pernyataan itu tetapi BAP inilah yang akhirnya ditanggapi terdakwa yang mulia kami ada buktinya?" tanya Arman kembali.

"Siap," singkat Bharada E seraya membenarkan cecaran tim penasihat hukum.

"Akhirnya keterangan saudara terdakwa mengakui, semuanya. Jadi bukan saudara (Bharada E) yang menjadi justice collaborator di sini?" tanya penasihat hakim.

"Siap," jawab Bharada E dengan santai.

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.