Fenomena penumpang fanatik, rela tidur di terminal demi bus idaman
Mereka rela menginap demi bisa menggunakan bus yang disukai.
Penumpang fanatik, itulah sebutan untuk pemudik jarak tempuh jauh yang rela menunggu bahkan menginap di terminal untuk menunggu kedatangan bus yang Ia suka.
Adanya Penumpang fanatik dibenarkan keberadaannya oleh Kepala Terminal Kampung Rambutan Emiral August. Emiral mengatakan, banyak contoh para penumpang fanatik di Terminal Kampung Rambutan.
"Banyak fanatik kaya PO Budiman, Gapuraning Rahayu, Sinarjaya, itu ada yang fanatik," Ujar Emiral kepada merdeka.com, Senin (4/7).
Emiral menjelaskan, adanya pemudik fanatik itu disebabkan oleh faktor pelayanan penyedia bus itu sendiri, baik dari segi fasilitas sampai tarif.
"Faktor pelayanan-pelayanan atau tarif itu dari PO nya (Perusahaan Otobus), itu yang bikin fanatik. Makanya kepercayaan itu mahal," Kata Amiral.
Amiral juga memberikan contoh kasus untuk di Terminal Kampung Rambutan, pemudik yang akan berangkat ke Karangpucung, Purwokerto Selatan, Jawa Tengah lebih memilih untuk menggunakan PO Ning Rahayu. Padahal sudah disiapkan PO Doa Ibu.
Fenomena Pemudik Fanatik ini bukanlah hal yang baru, menurut Amiral fenomena ini sudah sejak lama ada. "Untuk pemudik fanatik itu udah dari lama, dari dulu sudah ada," pungkasnya.
Baca juga:
Fahri minta pemerintah gratiskan tol yang bikin pemudik antre lama
KAI diminta sediakan ruang bermain anak di stasiun
Pemudik kereta api diminta tak bawa binatang dan buah menyengat
H-2 Lebaran, arus mudik di Terminal Pulogadung terpantau sepi
Mudik & libur panjang, alasan Korlantas jalur Brebes macet total
Libur lebaran, ini jadwal operasi KRL Commuter Line