Fatri bukan korban begal, tapi dibunuh karena pamannya utang sabu
Somad meminta rekannya, Toni, mengambil sepeda motor keponakannya buat membayar utang sabu.
Penyebab kematian Fatriatul Faidah atau akrab disapa Fatri (12) ditemukan mengapung di kolam galian beberapa waktu lalu akhirnya terungkap. Dia adalah korban pembunuhan didalangi pamannya, Somad (34).
Pelaku diringkus bersama rekannya, Toni (30), di rumahnya di Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu (23/1). Sementara dua pelaku lain dinyatakan buron, yakni Rudi dan Rinto, warga Talang Jambi, Palembang.
Kepada petugas, Somad mengaku tidak menyangka keponakannya tersebut tewas mengenaskan. Sebab, dia berdalih hanya menyuruh ketiga rekannya mengambil sepeda motor korban saja, tanpa melukai atau bahkan sampai membunuh.
"Saya cuma suruh ambil motor saja, tidak sampai dibunuh, tapi kenyataan begitu," kata Somad di Mapolsek Talang Kelapa, Banyuasin, Senin (25/1).
Dikatakan Somad, dia menyuruh mengambil motor korban karena memiliki utang sabu sebesar Rp 750 ribu kepada Toni. Kemudian mereka sepakat mengatur rencana mencuri kuda besi itu.
"Motor itu buat nebus utang saya, tapi perjanjiannya cuma curi motor saja," ujar Somad.
Sementara tersangka Toni mengaku berpura-pura meminta korban mengantarnya ke sebuah rumah kosong, tak jauh dari kediaman korban, Selasa (19/1). Saat itu, korban hendak pulang setelah mengantar adiknya sekolah.
Tiba di lokasi, dua rekannya, Rudi dan Rinto, sudah siap merampas sepeda motor korban. Korban sempat dicekik salah satu pelaku dan dipukuli menggunakan helm hingga pingsan.
"Habis itu kami lempar ke kolam galian. Tidak tahu kalau besoknya meninggal," ucap Somad.
Jasad Fatri ditemukan di kolam galian di Jalan Talang Keramat, Lorong Perjuangan, Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, Rabu (20/1), pukul 15.00 WIB. Awalnya diduga, siswi kelas I SMP itu jadi korban begal karena sepeda motornya, Honda Beat, hilang.(mdk/ary)