LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Fakta Unik Macan Tutul: Daya Jelajahnya Luas, BBKSDA Jabar Perluas Pencarian Macan Tutul Kabur ke Tangkuban Parahu

Pencarian macan tutul kabur dari Lembang Park and Zoo diperluas hingga kaki Gunung Tangkuban Parahu. Mengapa satwa ini bisa melarikan diri dan seberapa jauh daya jelajahnya?

Minggu, 07 Sep 2025 16:00:00
macan tutul kabur
Pencarian macan tutul kabur dari Lembang Park and Zoo diperluas hingga kaki Gunung Tangkuban Parahu. Mengapa satwa ini bisa melarikan diri dan seberapa jauh daya jelajahnya? (Merdeka.com)
Advertisement

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat kini memperluas area pencarian macan tutul yang sebelumnya kabur dari Lembang Park and Zoo, Kabupaten Bandung Barat. Perluasan area ini dilakukan karena satwa tersebut diperkirakan telah bergerak menuju kawasan kaki hutan Gunung Tangkuban Parahu. Tim pencarian telah bekerja keras selama beberapa hari terakhir untuk melacak keberadaan macan tutul ini.

Koordinator Tim Pencarian BBKSDA Jawa Barat, Ujang Acep, menjelaskan bahwa macan tutul tersebut diduga kuat telah memasuki area hutan di kaki Gunung Tangkuban Parahu sejak dua hari lalu. Satwa liar ini dikenal memiliki kemampuan jelajah yang sangat luas, mencapai ratusan hektare. Oleh karena itu, tim menyimpulkan bahwa macan tutul sudah bergerak cukup jauh dari lokasi awal.

Ujang Acep menambahkan, “Daya jelajah macan tutul bisa mencapai 400 hektare. Kalau sudah dua hari lebih, kemungkinan besar sudah cukup jauh masuk ke hutan. Kami simpulkan macan tutul sudah mengarah ke kaki Gunung Tangkuban Parahu.” Upaya pencarian terus dilakukan secara intensif, dengan harapan macan tutul dapat segera ditemukan dan dievakuasi dengan aman.

Strategi Pencarian dan Imbauan untuk Masyarakat

Pencarian macan tutul yang kabur ini mengandalkan teknologi modern untuk efektivitas maksimal. Setiap malam, tim BBKSDA Jawa Barat menerbangkan drone thermal yang mampu mendeteksi panas tubuh di tengah kegelapan hutan. Metode ini dipilih untuk memaksimalkan peluang menemukan satwa tersebut tanpa mengganggu ekosistem secara berlebihan.

Advertisement

Meskipun ada kekhawatiran di kalangan masyarakat, Ujang Acep mengimbau agar warga di sekitar lokasi tidak panik apabila menemukan satwa tersebut. Menurutnya, macan tutul memiliki sifat alami untuk menghindari manusia dan tidak cenderung agresif. “Masyarakat tidak perlu waswas. Macan tutul tidak agresif menyerang, justru selalu mencari celah untuk bersembunyi dan menghindar,” tegas Ujang.

Imbauan ini penting untuk mencegah tindakan yang tidak tepat dari masyarakat yang mungkin justru membahayakan satwa atau diri mereka sendiri. BBKSDA Jabar terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan masyarakat setempat untuk memastikan proses pencarian berjalan lancar dan aman bagi semua pihak.

Advertisement

Evaluasi Keamanan di Lembang Park and Zoo

Sementara itu, pihak Lembang Park and Zoo juga turut menanggapi insiden kaburnya macan tutul ini. Humas Lembang Park & Zoo, Miftah Setiawan, menyatakan bahwa operasional perawatan satwa tetap berjalan normal meskipun kawasan wisata ditutup sementara selama sepekan. Hal ini menunjukkan komitmen kebun binatang terhadap kesejahteraan satwa-satwa lainnya.

Miftah menegaskan, “Walaupun terpaksa tutup, perawatan, penjagaan, dan pakan satwa tetap terjaga dengan baik.” Penutupan sementara ini merupakan langkah preventif dan bagian dari proses evaluasi menyeluruh pasca kejadian. Pihak manajemen ingin memastikan bahwa semua aspek keamanan telah ditinjau ulang secara cermat.

Lebih lanjut, Miftah menambahkan bahwa insiden ini akan dijadikan bahan evaluasi serius untuk meningkatkan standar keamanan kandang satwa. “Pascakejadian ini akan kami jadikan bahan evaluasi safety awareness agar peristiwa serupa tidak terulang,” ujarnya. Komitmen ini diharapkan dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan kebun binatang.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Dokter Bedah Plastik Buka Catatan Medis Andrie Yunus: 16 April Rawat Jalan
  • Pertamina Genjot Produksi Minyak dari Lapangan Minas di Siak, Endus Potensi Tambahan 4 Miliar Barel
  • Pengacara OC Kaligis Temui Jokowi, Serahkan Sejumlah Buku Pra Peradilan
  • Terang-terangan Prabowo Puji Megawati: Waktu Saya Luntang Lantung, Ibu Mega Bantu di Bidang Ekonomi
  • Berbagi Cerita Bareng KapanLagi Book Club, Tempat Pecinta Buku Diskusi Karya Literasi
  • bandung barat
  • bbksda jabar
  • berita terkini
  • hewan dilindungi
  • konservasi satwa
  • konten ai
  • lembang park and zoo
  • macan tutul kabur
  • merdekaantara
  • pencarian satwa
  • satwa liar
  • tangkuban parahu
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.