LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Fakta-fakta wanita penjual bakso cantik berpenampilan seksi

Apakah ini bagian dari strategi untuk memasarkan dagangan?

2016-04-29 10:05:11
Restoran Unik
Advertisement

Wanita-wanita cantik turun langsung melayani pembeli dengan ramah. Mereka menjadi sorotan karena pakaian yang digunakan tergolong seksi sehingga menjadi viral di media sosial.

Saat pertama kali muncul wanita ini memakai kaos oranye dengan dipadukan rok dan celana pendek. Ternyata kaum hawa ini merupakan pemilik kedai Bakso Djingkrak yang terletak di Jalan Danau Sunter Utara No 27-28, Jakarta Utara.

Apakah ini bagian dari strategi untuk memasarkan dagangan? Mereka menjawab tidak. Hal itu muncul akibat ulah iseng dari pembeli bakso.

Sekarang kedai sukses membuat para penggila bakso penasaran. Banyak yang sengaja datang untuk mencicipinya. Berikut fakta-fakta yang dikumpulkan merdeka.com:

Kaos seksi melorot

Salah satu pemilik, Agnes bercerita awal mula dipilihnya pakaian oranye. Menurutnya, warna tersebut sengaja dipilih karena menyesuaikan dengan dekorasi kedai.

"Nyari baju oranye kan susah, akhirnya kita beli kaos oblong digunting-gunting, kan untuk pakai sekali. Kita enggak beli yang mahal-mahal," ungkapnya saat ditemui merdeka.com, kemarin.

Dalam media sosial beredar luas foto para wanita seksi sedang melayani pemesan. Satu yang menjadi perhatian, ada baju yang sampai melorot saat dikenakan. Apakah itu sengaja?

"Kita melayani, karena gerak sana sini enggak tahunya molor. Kita kan sibuk, keringetan, eh tambah molor. Orang iseng, kita enggak sempat naikin difoto, jadinya begitu," ujarnya sambil tersenyum.

Advertisement

Tak mau dianggap janda

Agnes tegas menangkis jika berpakaian seksi sebagai jurus untuk menarik pembeli. Baginya, usaha kuliner seperti ini yang utama adalah soal rasa.

"Kita enggak ada maksud sama sekali, semua ada suami. Kita bukan janda, kita hargai suami dan keluarga-keluarganya. Enggak nyangka bisa seperti ini (ramai)," tuturnya.

Pemilik lain Yusi menganggap hal ini justru sebagai anugerah. Awal mula mereka ingin punya usaha karena tak ingin hanya berpangku tangan sama suami.

"Itu anugerah, kebetulan saja. Kita sebetulnya ibu-ibu yang enggak bisa diam berpangku tangan di rumah, mau punya usaha sendiri, dari pada nganggur kan ada kesempatan kita ambil," imbuhnya.

Advertisement

Bakso cepat habis

Baru sebulan berjualan ternyata peminat Bakso Djingkrak di luar perkiraan. Pembeli membludak sehingga kedai yang hanya ada 7 pegawai kerepotan.

"Ini problem, tapi ramai," kata Yusi sambil tertawa. Yusi bersama Agnes sudah ancang-ancang untuk membuka cabang di ibu kota yang tempatnya masih dirahasiakan. "Dua bulan lagi kita buka," tambahnya.

Secara rasa, Yusi menjamin jika bakso ini berbeda dengan bakso Malang dan Solo. Bahan baku yang digunakan memakai ayam dan sapi asli tanpa bahan pengawet.

"Kita kasih harga sesuai sama kantong, kualitas dijaga harganya standar," tandasnya.

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.