Fakta-fakta mengagumkan patung GWK Bali terbesar ketiga dunia
Patung Garuda Wisnu Kencana Bali hampir selesai. Butuh waktu hingga 28 tahun agar patung GWK bisa berdiri kokoh seperti saat ini.
Patung Garuda Wisnu Kencana hampir rampung. Rencananya Patung GWK ini selesai pada akhir Agustus 2018. Dikutip dari instagram @gwkbali, "hari ini para pekerja mengejar pemasangan 20 modul, sehingga patung GWK rampung pada akhir bulan ini." dan "Rangka baja yang menjadi struktur patung GWK telah terpasang semua."
Asal muasal patung Garuda Wishnu Kencana diambil dari sosok mitologi yang disucikan oleh umat Hindu. Patung GWK digambarkan sebagai Dewa Wisnu yang berada di atas seekor garuda. Mahkluk tersebut merupakan sosok burung setengah manusia yang sedang ditunggangi (kencana) oleh sang Dewa sendiri.
Namun di balik megahnya patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), terdapat beberapa fakta-fakta mengejutkan yang perlu diketahui. Berikut fakta-faktanya:
Perjuangan 28 tahun agar Patung GWK berdiri gagah
Butuh waktu yang sangat lama agar Patung Garuda Wisnu Kencana bisa berdidi kokoh seperti saat ini. Seniman yang juga pemrakarsa patung GWK, Nyoman Nuarta merasa lega karena hasil perjuangan 28 tahun itu hampir terbayarkan. Patung ini berawal berdiri pada 1990. Dan peletakan batu pertama tahun 1997.
"Karya ini sudah 28 tahun kita perjuangkan, dari saya muda sampai ubanan, dan saat ini hampir selesai. Kita berusaha keras mudah-mudahan bulan Agustus kita bisa selesaikan. Tapi, di bulan Oktober kita usahakan agar selesai," ucapnya.
Bakal jadi patung tertinggi di dunia
Patung GWK memiliki tinggi 121 meter dari permukaan tanah atau 271 meter dari permukaan laut (dpl). Patung GWK akan menjadi patung tertinggi di dunia mengalahkan Liberty di AS yang hanya mencapai 97 meter.
Patung GWK sempat dikira salah arah tempat
Sebelum semegah sekarang, Patung GWK sempat dikira salah arah karena 16 tahun tak kunjung rampung. Tokoh spiritual Bali, Brahmana Guna Avatara Dasa, menjelaskan perlu ada pematangan konsep sesuai kepercayaan dan budaya setempat.
"Saya melihat dari sisi spiritual, bahwa dari letak saja patung itu sesuai dengan konsep ajaran Hindu sudah salah. Mengapa salah GWK itu? karena semestinya Dewa Wisnu ditempatkan arah mata angin utara, bukan di selatan seperti konsep yang dibuat sekarang," katanya.
Menurutnya, pemasangan patung para dewa di Bali harus sesuai konsep Hindu. Tapi untuk Patung GWK malah menyalahi aturan. Jadi sulit terwujud.
Ada upacara khusus saat pemasangan mahkota Patung GWK
Upacara Ngrastiti dan pecaruan digelar untuk pemasangan mahkota Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK). Bertempat di pelataran GWK Cultural Park, di Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Bali (20 Mei 2018). Upacara pemasangan mahkota patung GWK ini dipimpin 4 Pedanda (Pendeta Hindu). Sebagai bagian dari permohonan agar penyelesaian GWK berlangsung lancar dan pengerjaannya tepat waktu.
Setelah upacara selesai, mahkota berat sekitar 3,5 ton yang terbuat dari tembaga dilapisi mozaik emas tersebut diangkat menggunakan crane. Pemasangan disaksikan ratusan orang yang mengikuti upacara adat. Pemasangan mahkota ini adalah modul (Kepingan) yang ke-529 dari total modul 754 buah, yang akan membentuk seluruh sosok patung GWK.