LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Fakta-Fakta Kecelakaan Bus Terjun ke Jurang di Pagar Alam Tewaskan Puluhan Orang

Tim Basarnas Palembang mengatakan bus tersebut berangkat dari Bengkulu menuju Palembang. Kecelakaan yang terjadi pada Senin (23/12) sekitar pukul 23.15 WIB itu mengakibatkan puluhan penumpang tewas

2019-12-25 06:30:00
Kecelakaan Bus di Pagaralam
Advertisement

Kecelakaan maut terjadi di liku Lematang, Desa Perahu, Kecamatan Dempo, Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan. Bus Sriwijaya bernomor polisi Polisi BD 7031 AU terjun ke jurang.

Tim Basarnas Palembang mengatakan bus tersebut berangkat dari Bengkulu menuju Palembang. Kecelakaan yang terjadi pada Senin (23/12) sekitar pukul 23.15 WIB itu mengakibatkan puluhan penumpang tewas dan penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Advertisement

Kronologi Kejadian

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Supriadi menyampaikan, peristiwa itu berawal saat Bus Sriwijaya dengan Nomor Polisi BD 7031 AU berangkat dari Bengkulu Kota mengarah ke Palembang sekitar pukul 14.00 WIB.

"Kurang lebih membawa 50 orang penumpang," tutur Supriadi saat dikonfirmasi, Selasa (24/12).

Perjalanan berlangsung mulus hingga masuk tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB. Bus melintasi tikungan Lematang Indah KM 9 Kota Pagar Alam.

Advertisement

"Saat melintas, mobil dalam kondisi kecepatan tinggi dan menabrak dinding pembatas sehingga masuk ke jurang," jelas dia.

Kedalaman jurang diperkirakan sekitar 150 meter. Bus pun terperosok hingga ke dasar aliran sungai lematang. "Bus mengalami rusak berat," kata Supriadi.

Bus Sriwijaya 3 Kali Kecelakaan Kecil

Sebelum masuk ke jurang dengan kedalaman sekitar 150 meter, bus Sriwijaya nomor polisi BD 7031 AU jurusan Bengkulu-Palembang, mengalami tiga kali kecelakaan kecil. Penumpang sempat mengingatkan sopir agar lebih hati-hati.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengungkapkan, kecelakaan itu terjadi beberapa jam sebelum kejadian. Seperti terperosok di selokan, ditabrak mobil dari belakang dan bersenggolan dengan kendaraan lain.

"Dari keterangan korban selamat, selama perjalanan dari Bengkulu hingga TKP, setidaknya tiga kali kecelakaan kecil, tapi bus tetap melanjutkan perjalanan," ungkap Supriadi, Selasa (24/12).

Tiga kali kecelakaan itu membuat waktu tempuh dari Bengkulu menuju Palembang lebih lama dari biasanya. Bus itu berangkat dari Bengkulu pada Senin (23/12) pukul 14.00 WIB yang mengambil rute Bengkulu-Kepahyang-Pagaralam.

"Dan akhirnya pada pukul 23.00 WIB, bus itu menabrak pembatas jalan di tikungan Lematang Indah lalu terjun ke jurang dan masuk sungai. Ketinggiannya kira-kira 150 meter," ujarnya.

Dugaan Sopir Mengantuk

Hingga kini kepolisian belum menyimpulkan penyebab terjadinya kecelakaan. Hal itu menunggu olah TKP dan keterangan saksi.

Dari keterangan sementara, kecelakaan maut itu disebabkan pengemudi mengantuk. Hanya saja, penyidikan masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

"Dugaan sementara karena sopir mengantuk, itu dilihat dari beberapa kejadian selama perjalanan," kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi.

Keterangan saksi yang didapat juga, kata dia, bus itu sempat berhenti di sekitar Hotel Telaga Biru Pagaralam. Saksi melihat pengemudi mengecek kondisi ban bus.

"Keterangan saksi ini juga perlu didalami, apakah memang bus itu ada masalah atau tidak," katanya.

Tewaskan Puluhan Penumpang

Kecelakaan bus Sriwijaya dari Bengkulu-Palembang di Pagar Alam, Sumatera Selatan, menewaskan 27 korban dan 13 lainnya terluka. 25 Korban tewas berhasil diketahui identitasnya dan 2 lainnya masih dalam proses identifikasi.

Kasubsi Operasi dan Siaga Kantor SAR Palembang Benteng Telau mengatakan, 27 korban di antaranya 16 laki-laki dan 11 perempuan. Semuanya masih berada di RSUD Basemah Pagar Alam.

"Tim sudah mengidentifikasi 25 jenazah, dua lainnya belum terungkap. Jumlah korban tewas sementara ada 27 orang dan luka 13 orang, total 40 orang," ungkap Benteng, Selasa (24/12).

Dia menjelaskan, mayoritas korban ditemukan di dalam bus. Namun tidak sedikit juga sudah keluar badan bus sehingga ditemukan di sungai akibat terseret arus.

"Kami lakukan penyisiran hingga 5 kilometer karena banyak korban sudah keluar bus," ujarnya.

Banyak Berisi Penumpang Gelap

Data total penumpang bus Sriwijaya yang masuk jurang di tikungan Lematang Indah, Desa Pelang Kenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, masih simpang siur. Hal ini menyebabkan petugas kesulitan mencari para korban dan mengidentifikasinya.

Kapolres Pagaralam AKBP Dolly Gumara mengungkapkan, dari informasi yang diterimanya ada 27 orang yang naik di pool bus Bengkulu. Sementara sisanya naik di jalan atau bisa disebut penumpang gelap yang berjumlah 10 orang. Dengan demikian, total penumpang sebanyak 37 orang termasuk sopir.

"Penumpang yang tercatat naik di pool ada 27 orang, tapi saat evakuasi ada 37. Ini karena banyak yang naik di tengah jalan atau penumpang gelap," ungkap Dolly, Selasa (24/12).

Karena itu, petugas kesulitan melakukan pencarian dan identifikasi para korban. "Jadi sampai saat ini belum tahu berapa penumpang saat kejadian," ujarnya.

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.