LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Fakta-fakta bentrok maut polisi vs Satpol PP di Makassar

Kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam. Mereka bahkan tengah membuat sampai buat tim investigasi.

2016-08-09 08:46:00
Bentrok Satpol PP vs Polisi
Advertisement

Bentrokan antara polisi dengan Satpol PP di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (7/8) lalu, membuat kedua nama instansi itu tercoreng. Mereka makin menunjukkan tidak bisa menjadi contoh bagi masyarakat.

Terutama hal itu dirasakan bagi pihak polisi. Mereka merupakan pihak penyerang dalam tragedi berdarah itu. Bahkan sudah melakukan penyerangan, mereka harus kehilangan satu nyawa polisi muda, Bripda Michael Abraham Riewpassa (22).

Kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan mendalam. Mereka bahkan tengah membuat tim investigasi guna mengungkap kasus polisi vs Satpol PP ini.

Sejauh ini banyak fakta mengejutkan selama atau setelah insiden. Berikut merdeka.com merangkum fakta-fakta bentrok polisi vs Satpol PP, Selasa (9/8):

Berawal dari cekcok di pantai

Wakapolrestabes Makassar AKBP Hotman Cornelius Sirait menuturkan, kejadian berawal dari kesalahpahaman antara Bripda Akmal, anggota Sabhara Polrestabes Makassar dengan Safri, personel Satpol PP di anjungan Pantai Losari. Keduanya cekcok dan berujung pada penganiayaan dilakukan Safri.

Tindakan penganiayaan itu sebenarnya telah dilaporkan Bripda Akmal kepada SPKT Polrestabes Makassar. Selanjutnya dilakukan visum dan BAP.

Hotman mengaku, atas kejadian itu pihaknya telah memerintahkan untuk tidak melakukan aksi balas dendam. Namun, perintah itu tidak digubris anak buahnya. Pada Minggu (7/8) dini hari lalu, puluhan anak buahnya melakukan penyerangan ke kantor Satpol PP yang bersebelahan dengan kantor wali kota Makassar.

"Kita sudah keluarkan penegasan kepada seluruh jajaran Polrestabes untuk tidak melakukan aksi balas dendam namun usai apel Pengamanan malam Minggu, terjadi pelemparan di pos atau kantor Satpol PP yang ada dalam kawasan Kantor Balai Kota Pemkot Makassar," kata AKBP Hotman Cornelius Sirait.

Advertisement

Ditemukan senjata dan sangkur

Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan menggeledah kantor Balai Kota, Makassar terkait dengan bentrokan antara polisi dengan Satuan Polisi PP. Polisi mengamankan berbagai jenis senjata dalam penggeledahan.

"Dini hari bentrokannya terjadi kemudian pimpinan memerintahkan anggota untuk menahan diri dan langsung memerintahkan provos gabungan untuk berjaga-jaga di Balai Kota," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera, seperti dilansir dari Antara, Minggu (7/8) lalu.

Para provos baik provos dari Polda Sulsel, Polrestabes Makassar, Polres Pelabuhan, maupun Brimob melakukan penjagaan untuk mengantisipasi bentrokan lanjutan.

Usai berjaga, anggota Resmob Ditkrimum Polda Sulsel kemudian melakukan penyisiran di beberapa ruangan, khususnya ruangan satpol dan menemukan berbagai jenis senjata.

Berbagai senjata yang diamankan, dua pucuk senjata air soft gun, 26 buah gas air gun, sembilan bilah sangkur, satu mata tombak, satu badik, satu anak panah, dan 58 botol minuman beralkohol.

"Semuanya itu diamankan sementara. Jadi ada pistol jenis air soft gun, kemudian sangkur, mata tombak, badik, anak panah, dan minuman keras," jelasnya.

Advertisement

Korban dari Satpol PP masih sekarat

Hamzah (34), anggota Satpol PP Makassar, masih kritis di Rumah Sakit Stella Maris. Hamzah adalah salah satu dari 18 korban luka dari pihak Satpol PP setelah sejumlah anggota polisi melakukan penyerangan ke pos Satpol PP yang ada di dalam kawasan kantor Balai Kota Pemkot Makassar, Minggu dini hari tadi.

Luka tusuk benda tajam di bagian punggung Hamzah cukup dalam. Saking dalamnya luka tusuk itu hingga melukai paru-paru korban.

"Saya sudah cek kondisi semua korban luka dari pihak Satpol PP sejak pagi tadi. Satu di antaranya cedera hingga paru-paru," kata Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto dalam keterangan pers bersama di depan kantor Balai Kota Pemkot Makassar, Minggu (7/8) lalu.

Polisi muda tewas

Michael Abraham Riewpassa (22), seorang polisi muda terpaksa meregang nyawa. Dia menjadi korban dalam bentrok polisi melawan Satpol PP di Makassar, Minggu (7/8) lalu. Keluarga dan para kerabat masih belum percaya pemuda tersebut tewas dan ikut kerusuhan.

Michael tergabung dalam tim Sabhara dari Polrestabes Makassar. Pangkatnya baru Bripda. Keluarga mengenal dia sebagai sosok anak baik. Bahkan Michael lebih dikenal sebagai anak rumahan.

Michael juga seorang anak polisi. Ayahnya diketahui bernama Aiptu Elvis Riewpassa, bertugas sebagai Patwal Kapolda Sulawesi Selatan. Kehidupan polisi muda ini sehari-hari mendapat didikan keras sang Ayah.

Yeni (50), tante korban, menuturkan keponakannya itu bukan anak nakal. Bahkan, kata dia, sejak zaman sekolah tidak pernah buat masalah besar. Maka itu, dirinya heran kenapa Michael bisa terlibat bentrok berdarah itu.

"Michael ini anak rumahan. Dari sekolah langsung ke rumah. Paling takut sama bapaknya. Bapaknya juga polisi yang sangat tegas mendidik," kata Yeni di kediaman korban Kompleks Perumahan Villa Mutiara Biru 1 No 11, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.