Fakta-fakta baru kekejaman Agus cabuli dan bunuh Neng
Dalam rekonstruksi itu terungkap sejumlah fakta baru yang belum pernah terungkap sebelumnya.
Setelah mengungkap kasus pembunuhan bocah PNF alias Neng (9) beberapa pekan lalu, polisi akhirnya menggelar rekonstruksi di sekitar tempat tinggalnya tersangka Agus Pe’a (42) di Kalideres, Jakarta Barat, kemarin. Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti memaparkan, adegan pembunuhan yang terjadi pada Jumat (2/10) lalu tersebut dimulai pukul 09.00 WIB. Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menjelaskan, pelaku tidak memasukan alat kelamin (sanggama) ke dalam kemaluan korban, melainkan memasukan dua jarinya. Lalu Agus masturbasi hingga spermanya mengenai organ intim Neng. Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menjelaskan, ada 118 adegan rekonstruksi yang dilakukan Agus untuk merinci bagaimana dia membunuh Neng.
Dalam rekonstruksi di tempat tinggal tersangka dan lokasi pembuangan mayat Neng itu, tampak ratusan orang sudah menunggu sosok pembunuh sadis itu. Setibanya di lokasi, Agus langsung diteriaki warga dengan berbagai hujatan.
"Botak enggak tahu diri. Bakar saja bakar," teriak warga dari atas jembatan, Selasa (20/10).
"Udah tua pak, bukannya tobat. Malu sama umur," teriak warga lainnya.
Agus tampak tak peduli. Namun, dari sejumlah adegan reka ulang yang dilakukan Agus, terungkap sejumlah fakta baru yang belum pernah terungkap sebelumnya.
Berikut fakta-fakta baru itu:Tersangka tutup warung setelah Neng masuk
Saat itu korban (PNF) tengah pulang sekolah. Pelaku yang mempunyai warung itu melihat PNF lalu mengajaknya masuk ke rumah.
"Pas korban masuk ke dalam rumah Agus, Agus ini langsung menutup warungnya biar orang mengira Agus tak ada di rumah sejak pagi. Lalu dia menyuruh korban membuka sepatunya dan masuk," ujarnya.
"Korban yang tak merasa curiga pun menurutinya. Tak lama, Agus langsung mengikat kedua tangan korban dengan tali dan menyumpal serta melakban mulut korban. Agus pun langsung mencabuli korban," tuturnya.Tidak sanggama
Meski tak ingat betul berapa banyak adegan yang dilakukan Agus dari awal mencabuli hingga membunuh korban, namun semua yang Agus peragakan menurut Krishna murni apa yang terjadi.
"Saya tak tahu betul berapa banyak adegan. Tapi yang jelas adegan di sini sudah selesai. Sekarang kita ke lokasi pembuangan PNF," tutup Krishna.Agus mencabuli tanpa bantuan orang lain
Lanjut Krishna, dalam aksinya ini, Agus melakukan semuanya tanpa bantuan orang lain alias sendiri. "Dia ini pelaku tunggal," tutup Krishna.
Selain itu, kata Khrisna, rekonstruksi juga menjalani 15 adegan untuk kasus pencabulan Agus yang lain, yakni terhadap T (15).