LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Fahri Hamzah sebut ada perintah penguasa jika Setnov dijemput paksa

Lantas, dia meminta Presiden Jokowi bertanggung jawab jika Novanto dijemput paksa.

2017-11-15 23:28:32
Setnov tersangka
Advertisement

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyambangi rumah Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Rabu (15/11) malam. Kedatangan penyidik kabarnya hendak menjemput paksa Setnov. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menduga ada permintaan dari penguasa jika penegak hukum berani menjemput tersangka kasus korupsi e-KTP tersebut.

"Kalau ada yang berani jemput paksa SN itu pasti perintah datang dari orang kuat di negara ini. Sehingga aparat kepolisian khususnya mau saja ikut-ikutan merusak lembaga negara," kata Fahri saat dikonfirmasi, Rabu (15/11).

Dia meminta Presiden Joko Widodo bertanggungjawab apabila KPK akhirnya menjemput paksa sang Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

"Presiden Jokowi harus bertanggungjawab apabila hal itu terjadi," ujarnya.

Selain itu, Fahri menuding KPK telah berpolitik karena terkesan menarget Setnov agar dijerat kasus korupsi e-KTP. Hal itu dianggap bakal merusak pondasi hukum di Indonesia.

"Keterlibatan KPK dalam gerakan politik menarget Setya novanto akan menghancurkan seluruh bangunan negara hukum kita," tukasnya.

Saat ini, penyidik KPK masih bernegosiasi dengan keluarga dan kuasa hukum Setnov Fredrich Yunadi dan juga istri Ketua Umum Partai Golkar tersebut. Rumah Setnov masih dijaga ketat oleh petugas Korps Brimob.

Baca juga:
MKD belum akan sidangkan dugaan pelanggaran etik Setnov
KPK sebut Ical dan keponakan Setnov diperiksa dalam kasus e-KTP
Waketum PAN: Setnov penuhi panggilan, tapi KPK hadir di Pansus Angket
KPK geledah seluruh ruangan rumah Setnov, termasuk tempat pakaian dalam
Setelah Ical dan Hafiz Zawawi, Keponakan Setya Novanto juga sambangi KPK
Anggota DPR sebut KPK punya alat canggih, mengada-ada jika tak tahu dimana Setnov
Para senior Golkar merapat lengserkan Setya Novanto

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.