LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Fadli Zon Sebut Polisi Cuma Butuh 2 Jam Buat Ungkap Dalang Tabloid Indonesia Barokah

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon meminta polisi mengusut tuntas Tabloid Barokah. Menurutnya, hanya perlu waktu dua jam jika polisi ingin mengusut dalang di balik tabloid tersebut.

2019-01-27 21:03:00
Tabloid Indonesia Barokah
Advertisement

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon meminta polisi mengusut tuntas Tabloid Barokah. Menurutnya, hanya perlu waktu dua jam jika polisi ingin mengusut dalang di balik tabloid tersebut.

"Kalau mengusut menurut saya dua jam juga selesai itu, pasti diketahui siapa otak di belakangnya, dimana percetakannya. Dua jam lah," kata Fadli saat ditemui kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat (27/1).

Menurutnya hal itu mudah, polisi tinggal mencari alamat percetakan yang asli. Sebab, tabloid tersebut sudah jelas palsu dan menggunakan alamat palsu.

Advertisement

"Ini juga merugikan pers sendiri dan Dewan Pers sendiri mengatakan ini harus diusut oleh Bareskrim, nah sekarang Bareskrim harus mengusut itu," lanjut Fadli.

Sementara, Jubir Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade sebelumnya mengakui sudah melakukan penyelidikan terkait siapa dalang di balik tabloid Indonesia Barokah. Dia pun menangkap jejak digital dari Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja Jokowi-Ma'ruf, Irfan Wahid atau lebih dikenal dengan nama Ipang Wahid.

Maka dari itu, Fadli ingin polisi mengusut tuntas tanpa tebang pilih. Politisi Partai Gerindra itu mencium adanya aroma keberpihakan polisi pada kasus Tabloid Barokah ini.

Advertisement

"Kalau terlibat ya harus diusutlah, dulu kan yang Obor Rakyat juga diusut, kemudian mereka menjalani hukuman, jadi saya kira jangan diskriminatif," kata dia.

"Termasuk pernyataan-pernyataan pihak kepolisian kan ada kecenderungan membela. Ini kan merugikan pihak kepolisian sendiri, mbok ya netral dulu lihat dan selidiki," ujar Fadli Zon.

Baca juga:
Tabloid Indonesia Barokah Beredar, Menag Pantau Rumah Ibadah
Prabowo-Sandi: Ipang Wahid Patut Diduga Terlibat Tabloid Indonesia Barokah
Tabloid Indonesia Barokah Kembali Beredar di Masjid di Karawang
BPN Prabowo-Sandi Minta Pengurus Masjid Bakar Tabloid Indonesia Barokah
Tabloid Indonesia Barokah, Khofifah Ingatkan Jangan Memprovokasi di Tempat Ibadah
Tabloid Indonesia Barokah Beredar di Surabaya

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.