LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Fadli Zon kecam kunjungan 5 jurnalis Indonesia ke Israel

DPR juga kerap mendapat undangan kunjungan ke Israel. Namun, selalu ditolak.

2016-03-31 16:11:58
Israel
Advertisement

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengecam kunjungan lima jurnalis Indonesia yang mengunjungi Israel. Menurutnya, kunjungan itu seharusnya tidak perlu dilakukan. Sebab Indonesia baru saja menggelar konferensi tingkat tinggi OKI awal Maret lalu, di mana tujuan utama kongres itu mendesak kemerdekaan Palestina dari Israel.

"Memberikan satu pesan yang kurang baik. Karena bagaimana pun di tengah kita baru melaksanakan kongres OKI dengan topik khusus tentang Palestina, kok kita tiba-tiba kunjungan ke sana (Israel). Tidak bijak lah," kata Fadli di komplek parlemen, Kamis (31/3).

Menurutnya, meski kunjungan kelima jurnalis itu membawa nama perusahaan media massa, dan mendapat undangan dari Israel, tetap saja mereka mewakili rakyat Indonesia. Sehingga menimbulkan kesan bahwa pemerintah Indonesia memberi izin kepada mereka.

Politikus Gerindra itu menambahkan, DPR juga kerap mendapat undangan kunjungan ke Israel. Namun, melihat status Israel yang disebut menjajah Palestina, undangan tersebut kerap ditolak.

"Kita juga kadang-kadang mendapat undangan dari Israel tapi kita berusaha semaksimal mungkin tidak menghadiri. Karena ini memberi message yang salah," tegasnya.

Fadli menambahkan, jika Indonesia ingin berdiplomasi dengan Israel, seharusnya pesan yang disampaikan adalah, berikan kemerdekaan bagi Palestina.

"Atau memprotes apa yang dilakukan terhadap menteri luar negeri yang tidak diperbolehkan ke sana," imbuhnya.

Sebelumnya, Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan kunjungan kelima jurnalis ke Israel atas prakarsa negara zionis tersebut. Pihaknya tidak bisa melarang kunjungan beberapa wartawan ke Yerusalem jika memang atas prakarsa pemerintah Zionis.

Sementara itu, PM Netanyahu menyerukan perlunya perubahan hubungan diplomatik antara negaranya dengan Indonesia. Dia mengatakan hubungan antar Indonesia dan Israel sudah saatnya terjalin secara formal.

"Saya harap kehadiran para wartawan dari Indonesia bisa membantu membuka peluang tersebut," kata Netanyahu di kantornya di Yerusalem, seperti dilansir dari situs resmi pemerintahan Negeri Zionis, mfa.gov.li, Senin (28/3).

Baca juga:
Pemerintah kecam politisasi Israel atas lawatan wartawan Indonesia
Pegiat Palestina gugat 40 perusahaan pro-Israel senilai Rp 450 T
5 Pro dan kontra tawaran bisnis Israel ke Indonesia
Penembakan terekam kamera, hakim sebut tentara Israel sulit dituntut
5 Janji manis Israel supaya Indonesia buka hubungan diplomatik

(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.