Fadli Zon anggap pengadangan Anies di Piala Presiden bernuansa politik
Kejadian ini, kata Fadli, justru bakal merugikan Jokowi jelang Pemilu 2019. Menurutnya, publik akan menilai mantan Wali kota Solo itu tidak dewasa dalam berpolitik. "Kekanak-kanakkan jadinya kan, gitu ya," terang Fadli.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menilai pencegahan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menemani Presiden Joko Widodo menyerahkan Piala Presiden ke Persija Jakarta bermuatan politis. Menurutnya, ada upaya untuk membatasi orang-orang yang berada di luar pendukung Jokowi saat penyerahan piala tersebut.
"Pasti orang melihatnya suatu nuansa politik. Sudah bukan nuansa lagi, terlihat politik. Ada mengesampingkan orang yang bukan kawannya. Orang yang bukan didukungnya," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/2).
Fadli mengaku tidak mengetahui motif di balik pengadangan Anies untuk ikut mendampingi Jokowi. Dia juga tak ingin berspekulasi pengadangan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) itu dikarenakan naiknya elektabilitas Anies jelang Pemilu Serentak 2019 menurut hasil survei.
Nama Anies digadang-gadang menjadi lawan berat Jokowi jika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto batal maju menjadi calon presiden berdasarkan hasil survei Indobarometer. Elektabilitas Anies berada di posisi pertama dengan 12,1 persen, disusul Gatot Nurmantyo 7,8 persen, dan Agus Harimurti 5,3 persen.
Kejadian ini, kata Fadli, justru bakal merugikan Jokowi jelang Pemilu 2019. Menurutnya, publik akan menilai mantan Wali kota Solo itu tidak dewasa dalam berpolitik.
"Saya tidak tahu kenapa begitu. Tapi yang sebenarnya terjadi merugikan pak Jokowi sendiri, itu dianggap jadi tidak dewasa. Kekanak-kanakkan jadinya kan, gitu ya," terangnya.
Selain itu, beredar rumor nama Anies dicoret jelang prosesi penyerahan Piala Presiden oleh pihak panitia. Fadli mendorong agar pihak panitia Piala Presiden memberikan penjelasan terkait rumor tersebut.
Apalagi, lanjut Fadli, sudah menjadi kelaziman jika Gubernur DKI Jakarta turut menyerahkan piala kepada sang pemenang kompetisi. Hal itu terjadi saat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama mendampingi Jokowi menyerahkan piala dalam kompetisi yang sama pada 2015 silam.
"Ya itu, harus ada penjelasan kenapa. Saya kira ini jadi suatu hal yang tidak perlu. Mestinya dalam persoalan olahraga itu sportivitas, sportivitas itu gentlemanship ya. Jadi tidak boleh ada persoalan pribadi dilibatkan. Apalagi menyangkut masalah yang merupakan kelaziman sebelumnya," tegasnya.
Diketahui, beredar video di mana Anies tidak bisa turut mendampingi Presiden kowi untuk menyerahkan Piala Presiden kepada Persija. Bahkan, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu dihalangi oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat akan menyusul ke lapangan.
Ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait menampik adanya upaya mencegah Anies mendampingi Presiden Jokowi memberikan piala kepada Persija. Pasalnya, dia mengungkapkan, tidak ada masalah apapun hingga akhirnya Anies tak turun ke lapangan.
"Soal video Anies ya biasa-biasa saja kok kenapa jadi kalian yang repot tanya aja sama Mas Anis baik-baik saja di luar, ketemu saya jadi kita ini cobalah jadi bangsa angkat apa Jokowi pemimpinnya rukun baik-baik saja mereka berdua baik-baik saja," katanya.
Baca juga:
Persija juara Piala Presiden 2018, Teco: Karena faktor dukungan Jakmania
Stadion GBK dirusak, Anies harap ada pembinaan untuk suporter
Kejanggalan pengadangan Anies saat akan dampingi Jokowi di final Piala Presiden
Fadli Zon soal Anies dicegah Paspampres: Tanya Pak Jokowi
Misbakhun saksikan keakraban Jokowi dan Anies di Final Piala Presiden
Anies soal diadang Paspampres: Yang penting Persija menang
Anies-Sandi sambut ribuan Jakmania dan pemain Persija di Balai Kota DKI