LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Evakuasi pesawat menancap di tambak sempat terkendala lumpur

Butuh 3 jam petugas mengevakuasi bangkai pesawat latih jenis Cessna 172 PK-NIV ini.

2016-06-21 17:15:06
Pesawat jatuh
Advertisement

Pesawat latih jenis Cessna 172 PK-NIV milik Sekolah Penerbangan Nusa Flying International School berpenumpang dua orang jatuh di Desa Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, berhasil dievakuasi. Proses evakuasi pesawat latih melibatkan puluhan warga sekitar Desa Wedung sebagian besar merupakan nelayan.

Selama proses evakuasi, ratusan warga tampak berdatangan memadati lokasi jatuhnya pesawat untuk menyaksikan dari dekat pesawat yang terpaksa mendarat darurat mengingat mesin dalam kondisi mati.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo mengungkapkan, meskipun pesawat sudah dievakuasi dari tambak, penjagaan tetap akan dilakukan demi menghindari dari hal-hal tidak diinginkan.

Advertisement

"Diminta atau tidak, kami tetap menginstruksikan jajaran untuk menjaga pesawat hingga dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat," kata Heru, Selasa (21/6). seperti ditulis Antara.

Heru mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti cara mengevakuasi bangkai pesawat itu. Namun dipastikan dilakukan dalam waktu dekat setelah proses investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) selesai.

Kamdan, salah seorang warga Desa Wedung, yang ikut proses evakuasi pesawat latih dari areal tambak mengatakan, evakuasinya membutuhkan waktu sekitar tiga jam lebih yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB.

Advertisement

"Prosesnya memang sulit karena berlumpur, sehingga untuk menariknya ke pematang butuh kesabaran," tandasnya.

Sementara itu, Instruktur Penerbang dari Sekolah Penerbangan Nusa Flying International School Nur Wiranto mengaku, belum bisa menyimpulkan penyebab pasti jatuhnya pesawat latih itu.

"Tentunya harus menunggu hasil investigasi dari KNKT," jelasnya.

Terkait kedua siswa melakukan latih terbang tanpa didampingi instruktur, kata dia, mereka memang sudah bisa menerbangkan pesawat.

Bahkan, lanjut Heru, proses pendaratan darurat juga dilakukan sesuai prosedur yang benar.

Sebelumnya, pesawat latih tersebut melakukan pendaratan darurat di areal tambak pada Senin (20/6) sekitar pukul 13.00 WIB.

Sebelum terjatuh, pesawat dengan pilot bernama Boby Sihafriya Adhi asal Semarang dan kopilot Josua Adolf Watmena (21) asal Jakarta terlebih dahulu mengalami kerusakan mesin ketika pesawat berada di ketinggian 1.000 kaki.

Upaya pendaratan darurat itu dibuktikan dari bekas roda pesawat yang terlihat di area tambak sejauh 7 meter dari lokasi pesawat terjatuh.

Sebelumnya, pilot pesawat sudah berupaya meminta bantuan melalui telepon terkait kondisi mesin pesawat yang mati ini.

Mereka diarahkan untuk mendaratkan pesawat di air demi keselamatan diri sendiri maupun masyarakat setempat.

Pesawat latih tersebut, kata dia, terbang dari Bandara A Yani Semarang sekitar pukul 12.00 WIB menuju Kecamatan Wedung sebagai lokasi latihan mereka.

Setelah latih terbang selama satu jam, pilot bermaksud kembali ke Bandara A Yani sekitar pukul 13.00 WIB, namun nahas mesin pesawat justru mati.

Pilot maupun kopilot pesawat latih tersebut, dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka serius.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.